Evanescent

Evanescent

  • WpView
    GELESEN 85
  • WpVote
    Stimmen 8
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossene Geschichte Sa., Mai 16, 2020
"Mau kemana kamu, berkeliling mencari cahaya? Lalu setelah itu apa? Menemukannya agar bisa kembali pada Kevin dan dunia? Dasar bodoh. Berhentilah berusaha. Tidakkah kamu sadar, bahwa setiap kali kamu bangun akan ada hal buruk yg terjadi? Jangan egois. Itu menjijikkan." "...kamu siapa?" "Aku adalah kamu. Berhentilah menjadi naif, dasar tolol. Kevin tak akan kesepian setelah kamu mati, Liona akan selalu ada selamanya untuk dia, jauh lebih pantas daripada kamu. Tidakkah kamu sadar dosamu pada mereka sudah begitu banyak? Lantas mengapa masih berpura-pura semua baik saja? Dungu. Kevin akan jauh lebih bahagia tanpa kamu. Berhentilah bersikap sok perduli. Tidak cukupkah kamu menghancurkan impian dan hidup mereka, orang-orang disekitarmu? Mereka akan sangat senang jika kamu musnah. Tak ada yang mengharapkanmu terus hidup." "...tapi bolehkah untuk satu kali ini saja aku kembali menemukan cahaya itu?" "Dasar tidak tahu diri. Ini yang kamu sebut cinta? Bodoh. Sudah kukatakan jika Kevin membencimu, Kevin benci kita. Jangan pernah mencari cahaya itu lagi, matilah. Kamu bilang Kevin segalanya bukan? Sekarang buktikan semua ucapanmu. Bawa Alan, kalian pantas mati. Kevin akan bahagia tanpa kita, keluargamu dan semua orang di dunia akan jauh lebih baik tanpa kamu Rani, tanpa kamu dan semua kesialanmu." "Tapi...apa boleh aku pamit pada mereka, sebentar saja?" "Kamu tidak paham juga ya? Sudah ku katakan mereka tidak pernah mengharapkan kehadiranmu, sejak dulu. Kamu tidak perlu pamit, kamu tidak dicintai. Berhentilah menimbulkan masalah, dasar idiot. Kamu hanya perlu mati dan dunia akan kembali bersinar." Cover: @SavageX610
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • ALSTARAN [END]
  • My Husband is Antagonist Novel [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Full Of Scratches
  • My Friend Is My Strength
  • ALEYA~~

"Pergi aja bangs*t!!!" "Gak." ------- "Janji sama gue Star, setelah ini lo harus jadi pengganti gue. Alagars butuh ketua." ------- "Gue cuma gak nyangka aja, ini cepet banget Bri." ------- "Papah dengar kabar kalau Devon meninggal, ini semua pasti karena mu." "Iya gue yang bunuh kenapa? Mau masukin gue ke penjara? Silahkan!" ------- "Lo tahan ya Le. Bentar lagi. Please gue mohon tahan sebentar lagi, ambulan bakal dateng Le." ------- "GAK! INI ITU SALAH DIA! SALAH ANAK SIALAN ITU! DASAR KAMU ANAK PEMBAWA MASALAH!" ------- "Lo tau? Lo udah buat gue khawatir." ------- "Cepet sembuh, biar cepet sekolah. Soalnya PR banyak." ------- "Lo mau jadi cewe gue?" ------- "Kalau mau bunuh gue, jangan setengah-setengah Pah, sakit." "Setelah lo sakitin badan gue, lo pergi. Cuma Bi Inah yang gak pernah bosen buat ngobatin luka-luka di tubuh gue. Setiap malam gue gak bisa tidur nyenyak karena badan gue yang sakit akibat pukulan lo. Dan pipi gue yang selalu terasa nyeri akibat Tamparan lo." ------- "gue hamil." ------- "Aku mau tidur dulu, siapa tau pas bangun rasa sakitnya hilang." ------- "Selamat malam tuan Octanius." -ALSTARAN- [Follow sebelum baca!!!] [Dan tinggalkan jejak vote dan comment setelah membaca!!!] Maaf kalau penulisannya masih berantakan, Author males revisi.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien