Days With The Sun

Days With The Sun

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2020
Jika menoleh ke belakang, terlalu banyak hal yang kusesali dan teramat ingin kuhindari. Semua hal indah, penuh perencanaan serta rasa percaya diri akan masa depan cerah yang seharusnya sudah kugenggam, tak ayal membuatku frustasi tiap kali memikirkannya. Siapa sangka jika seorang Emilia Zahra yang digadang-gadang sebagai anak emas, hari ini tak lebih dari seorang gadis menyedihkan yang hanya hidup untuk bertahan. Aku memang masih muda, usiaku baru 22, namun soal keinginan untuk meraih mimpi tak lagi termasuk dalam rencana hidupku. Yang terpikir olehku sejauh ini hanyalah membesarkan bayi cantikku dengan baik. Tetapi kembalinya Jo dalam hidupku secara perlahan mengubah seluruh sudut pandangku. Dahulu, Jo pernah berkata bahwa ia melihatku sebagai seseorang yang paling bersinar. Tetapi kini aku meredup, cahayaku pergi bersama keputusasaan. Jo yang telah bertransformasi menjadi seorang bintang, mengingatkanku pada mimpi-mimpi yang sempat ku tinggalkan. Hari-hari baru yang kulalui bersama Jo terasa hangat dan terang sekali, rasanya aku seperti berjalan di bawah matahari.
All Rights Reserved
#77
singleparent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • You're Here, But Not For Me
  • My Life is My Secret - IMiaw
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • [Tamat]The Villaines Who Became Pregnant With The Alpha
  • Loving Like The Sun
  • Butterfly Effect
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • My Diary
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines