Helena : Aku Tumbuh Dari Reruntuhan
19 partes Concluida Helena tatapan sinis dan bisik-bisik penuh prasangka membuatnya jadi bulan-bulanan. Ia dicap cupu, sok akrab, pencari perhatian. Fitnah pun datang bertubi-tubi, menusuk hati yang belum cukup kuat untuk bertahan.
Lelah dan hancur, Helena memilih pergi. Ia menghilang dari segala sorotan, menutup jejak masa lalu yang menyesakkan. Nama panggilannya ia tinggalkan, akun-akun media sosialnya dibungkam. Bukan karena takut melainkan enggan. Enggan mengenang luka, enggan memberi ruang bagi kenangan pahit untuk hidup kena hanyalah sosok biasa yang ingin diterima. Namun, embali.
Bagaikan kabut yang berganti menjadi cahaya pagi, Helena memulai lembar baru di sekolah lain. Dengan semangat yang lahir dari kepedihan, ia menanam tekad membuktikan diri lewat prestasi, bukan dendam. Ia ingin diamnya bersuara, dan keberhasilannya menjadi gema yang menjawab semua cemoohan.
Akankah langkah barunya membawa cahaya yang selama ini ia cari?