Nostalgia Rasa dan Rindu

Nostalgia Rasa dan Rindu

  • WpView
    LECTURAS 157
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jun 27, 2020
Namaku Pauline Antoniette atau yang akrab dipanggil Pauline. Tidak akrab juga, karena memang tidak ada yang akrab denganku, bahkan orang tuaku. Aku seorang penulis yang tidak memiliki tujuan dalam hidup. Semasa sekolah aku menjadi siswi yang terlalu baik. Mungkin kalian pikir bahwa menjadi siswi yang baik di sekolah itu enak, tapi nyatanya tidak sama sekali. Banyak tekanan-tekanan yang terjadi di masa-masa sekolahku hingga akupun terkadang tidak sanggup menghadapinya dan memilih untuk kabur dari tempatku sendiri. Tidak ada yang mengusirku, hanya saja aku yang merasa bahwa aku sudah tidak cocok lagi untuk tinggal di suatu tempat yang mana orang-orangnya tidak bisa menerimaku lagi dengan baik. Di masa-masa akhir tahunku berada di sekolah, di mana teman-teman seumurku sudah menetapkan tujuan selanjutnya, sedangkan aku masih terus bertanya-tanya akan kemana aku selanjutnya. Hal-hal sulit telah kulewati. Aku sudah terbiasa dengan kesendirian, tanpa ada yang mau membimbingku atau bahkan sekadar menyemangati. Hingga suatu saat, pria yang kusebut "pria seni" itu mulai menggangu alur ceritaku. Aku tidak bisa lagi menjadi Pauline yang baik dan terbiasa sendiri. Dia tidak merubah keseluruhan apa yang ada pada diri Pauline sebelumnya, tapi dia hanya merubahnya sedikit menjadi lebih seperti apa yang ia mau. Namanya Rama. Bukan Rama-nya Sinta. Tidak tahu Rama-nya siapa ini. Rama adalah pria pecinta seni yang mandiri. Namun mengingat-ingat soal Rama membuatku sedikit ingin kembali ke masa sekolah itu. Mengenal Rama mengajarkan aku arti tentang kehidupan yang diperbaharui. Hidup yang diperbaharui, bukan dirubah. Semoga kisahku dapat kita nikmati bersama. ~Pauline Antoniette
Todos los derechos reservados
#171
sendu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Second Hearts
  • Bayang Senja
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • ANTAGONIST GOT ME
  • Tolong, Aku Kepeleset Cinta! [END]
  • Falling for You - TERBIT
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • CERPEN (END)

The time has come That we must be a part The memory is still in my mind But you have gone And you leave me a lone Why do you love me So sweet and tenderly I do everything to make you happy... But now everything It's only a dream A dream that never comes I only wait Till true love will come Why do you love me So sweet and tenderly I do everything to make you happy... But you have gone... And you life me a lone.... Ini adalah sebuah lagu yang selalu mengingatkanku pada seseorang. Karena dia, aku jadi cewek yang merasa sangat bahagia di dunia ini, karena dialah yang membuatku slalu tertawa ceria dan gembira saat bersama dirinya. "Kenapa kamu mencintaiku? Kenapa kamu bisa peduli sama aku? Kenapa kamu berubah pikiran? Kenapa kamu bisa berbeda dari yang dulu membenci aku, dan sekarang kamu malah bilang kalau kamu mencintaiku?" "Maafkan aku yang dulu telah membuat hatimu terluka Rissa, aku benar-benar minta maaf karena gara-gara aku, kamu selalu menangis dan malu didepan teman-teman. Tapi sekarang, aku beda! Aku janji demi kamu aku berubah Karena aku sayang, cinta, suka sama kamu. Dan karena kamu telah menjadi Bidadariku di Hatiku saat ini hingga selamanya!!!" Kata-katanya yang manis, wajahnya yang begitu terlihat lembut dengan tatapan matanya, keharuman tubuhnya disaat aku ada didekapan tubuhnya. Itu adalah memoriku yang akan selalu kuingat. Tidak akan kulupakan sampai kapanpun.... Suatu ketika memori yang kuanggap begitu indah, hilang begitu saja. Orang yang kucintai selama ini, pergi meninggalkanku sendiri. Aku baru menyadarinya sekarang, bahwa aku harus merelakan sebuah memori yang sangat aku sayangi. Aku hanya bisa menunggu cinta sejati atau memoriku yang baru lagi. Disaat aku sudah bisa merelakan ia pergi dan berusaha untuk dapat melupakannya kembali.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido