Different [HIATUS]

Different [HIATUS]

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2020
"Kita beda, dan kita tidak akan pernah sama." Kenapa aku harus dipertemukan dengan dia? Lelaki kebangsaan Korea itu sudah memporak porandakan seluruh isi hatiku dengan sekian banyak tingkah konyol dan manisnya. Namun, sebenarnya kita berbeda. Ya kita berbeda. Aku tasbih, dia salib. Aku menadah, dia mengatup. Kiblat kita beda, masih mungkin kah kita bersama? ©️ April 2020
All Rights Reserved
#682
bedaagama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASSALAM'MUALAIKUM MY S(e)OUL. WA'ALAIKUMSALAM, SARANGE
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • ANTARES
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • Rewrite My Heart 2 [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Semesta
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]
  • Irreplaceable ❤ (END)

Cerita ini merupakan jilid ke 2 dari Busan, Love After Gi. Di sarankan untuk membaca Busan, Love After Gi terlebih dahulu sebelum membaca cerita ini. Sedang apa pria Busan ku itu? Aku merindukannya. Aku ingin mengaamiin'i rasa untuknya ini. Tapi jujur saja aku takut, aku terlalu takut untuk mengakui hal itu. Kami terlalu berbeda, perbedaan keyakinan, perbedaan culture, perbedaan status sosial, dan masih banyak lagi perbedaan kami. Kami terpisah jauh, sangat jauh. Bukan jarak antara Korea Selatan dan Indonesia yang jauh. Tapi ketika Assalam'mualaikum ku di balas olehnya dengan Shalom. Itu adalah jarak terjauh dari sebuah ikatan hati. Aku membawa tasbih. Dia membawa rosario. Bagaimana pun juga, manik tasbih ku berbeda dengan manik rosario miliknya. Tangan ku menenggadah saat berdo'a. Dia menyatukan tangannya saat berdo'a. Walaupun kami berdua adalah dua insan yang saling mendo'akan, tetap saja itu berbeda. Kami seperti bulan dan bintang Jauh dalam segala hal. Kami hanya bisa saling menatap Tanpa berucap. Tapi kami akan selalu terhubung dalam malam yang gelap. Aku tau terkadang Tuhan hanya mempertemukan bukan untuk mempersatukan. Sejujurnya saat ini aku telah dapat mendefinisikan perasaan ku padanya. Dia adalah ketidak mungkinan yang selalu aku semogakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines