DIAN
  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 10, 2020
Ada banyak luka di dunia ini. Tak perlu membandingkan luka setiap orang karena jelas setiap luka itu berbeda, hanya diri sendiri lah yang mampu mengukur betapa besar atau kecilnya luka itu. Versi Dian Bijak Ini tentang Dian, manusia pecicilan dengan senyum lebar di kedua bibirnya. Terkenal dengan seluruh jiwa sok kenal dan sok dekat alias SKSD. Selamat menikmati. Jangan lupa bahagia hari ini, 🤗 Salam penulis receh 😎
All Rights Reserved
#387
putihabu-abu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • SATRIA : not considered
  • KALE [END]
  • NAREZKA (PO 15 Maret-28 Maret)
  • Senja Tanpa Senyum [END]
  • Cerita Sandhyā
  • Diary Depresiku
  • OUR WISH (COMPLETED)

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines