Mau&Anu

Mau&Anu

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2020
• Maulana Putra Arion Laki laki berotak cerdas, banyak yang mengatakan bahwa dirinya tampan, dia juga seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta favorit. basa basi bukanlah kebiasaannya, mengapa? Jawabanya, karena dia tidak suka. hidup dikeluarga yang serba mewah tak membuatnya bahagia. "Bahagiaku bukan karena harta" jawabnya sambil menatap serius sang lawan bicara • Mysha Anulika Adistia Hidup sebagai gadis desa biasa membuat dirinya menjadi gadis yang mandiri , waktu senggangnya dia habiskan di kebun teh milik orang tuanya sambil membawa gitar kesayangannya. Gadis yang selalu ceria tidak pernah menampakkan kesedihannya dihadapan semua orang, bukan karena dia tidak punya masalah tetapi karena dirinya selalu bersyukur. Kehidupannya selalu dipenuhi oleh mimpi yang sangat ingin dia raih, yaitu bisa bersekolah di kota. Ternyata tuhan mengabulkan mimpinya untuk bisa bersekolah di kota. "Semoga dengan perjodohan ini, aku bisa membuatmu bahagia" ujarnya sambil tersenyum yang membuat pria dihadapannya terkejut atas pernyataan tersebut
All Rights Reserved
#209
farmasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • Aza's Project
  • Dosen Killer | END✔
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • ALLAND
  • Goodbye
  • My Duchess / End

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines