Siapa? Tidak Penting!

Siapa? Tidak Penting!

  • WpView
    Dibaca 175
  • WpVote
    Vote 27
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 17, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kadang ada fase dimana aku mempertanyakan dimanakah engkau Tuhan, aku ingin bertemu meski untuk sekedar bertanya untuk apa aku diciptakan? bukankah jika hanya untuk lahir, sekolah, bekerja, menikah lalu mati sudah banyak orang yang melakukannya? atau diriku ada untuk sekedar melengkapi peran-peran mereka yang saat ini menjadi idola dan dianggap sebagai manusia sempurna? ah, betapa menyedihkan jika jawaban dalam pikiran sempitku ini benar. Manusia semakin hari semakin menunjukan kehebatannya, berbeda betul dengan yang ada di lima atau sepuluh tahun yang lampau. kini bahkan untuk urusan perut pun jika malas memasak tak perlu lagi pergi keluar, cukup beberapa kali menggesekan jari di smartphone, semua tiba dan tersedia didepan mata. it's okay, selama kita punya uang dan bisa mengikuti perkembangan teknologi tak ada lagi hal yang mesti kita pusingkan. dan meskipun bukan berasal dari kelas menengah apalagi atas, namun untuk kebutuhan makan sehari-hari aku beruntung bisa mencukupinya dengan jerih payah penghasilanku sendiri. Aku tak langsung tiba-tiba sedewasa sekarang. sama seperti kalian yang pernah kecil dan juga sekolah. bahkan aku merasa masa remajaku itu justru masa terindah dan jauh lebih menarik jika ingin dikisahkan. dan benar adanya jika dikatakan kehidupan ini memiki keterkaitan antara satu hal dengan yang lainnya, benar-benar ada teori sebab akibat antara satu kejadian dan kejadian lainya. maka aku memulai dari sana...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#74
depresi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Eliinaa
  • Secarik kertas usang
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Okay, We're Married on July
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • My Duchess / End
  • Dua cangkir satu Meja
  • Cerita Tentang Kita
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan