D' Time
  • WpView
    Reads 377
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
Warning: typo bertebaran _________________________ Tali tak kasat mata menjerat takdir gadis bernetra kelam. Kehidupan nya diatur oleh sang bunga kehidupan. Bagai rantai kutukan tak terputus, yang di sebabkan oleh pendahulunya. Ia hanya bisa pasrah menunggu kelopak merah berubah menjadi ungu seiring berjalannya waktu. Yang menjadi pertanyaan, akankah seseorang dapat membebaskan nya dari kutukan bunga kehidupan tersebut? 'Butuh seribu tahun tuk menemukanmu'
All Rights Reserved
#32
fanficindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... ✓
  • [1] Is This a Destiny? ✅
  • Always Mine! [TaeRin]✔️
  • MY ENEMY'S ✅️
  • Game Over, Vardhan [taekook]
  • Fragments of the Unsaid
  • Witch
  • Replacement Heart (Bye)
  • LITTLE TIAN ER.
  • Well, You Said It Was Over [Jeon Wonwoo]

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines