Malam Bintang

Malam Bintang

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 18, 2020
Aku hanya salah satu perantara untuk menuntunmu menuju kebahagiaan. Setelah itu aku janji akan pergi dan tak kan kembali ~Lintang Angelina putri Wiratama Menjauhlah dari ku. Jika kau hanya datang untuk sesaat kemudian meninggalkan rasa yang membuat hatiku semakin tersesat penuh dengan sayat yang tak kasat. ~Bintang Anggara Adinata Kehidupan yang semula hanya berselimut sepi kini hadir dengan penuh warna kembali dua insan yang kebetulan mempunyai nama yang bermakna sama namun berkehidupan berbeda. Sifat dan berkepribadian bertolak belakang namun satu tujuan Kepo ya :) yuk langsung baca aja Jangan lupa vote juga yah
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • THE CLIMB [Completed]
  • Sincerely, Milan
  • Change
  • The First, Not the Last
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • A Memory to Remember
  • Path
  • EPIPHANY
  • Vous Me Voyez 2

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines