LOVEANA
  • WpView
    Leituras 691
  • WpVote
    Votos 107
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jun 2, 2020
Story by @dwmrkmah_ Sechs Schriftseller Series °° Selalu ada rasa dalam sepatah kata °° Almeera Loveana Atalie. Cewek polos yang harus remidi dalam masalah cinta. Memang, ia pernah sebodoh itu dulu. Diperbudak cinta dan ditelanjangi dusta. Berkat mantannya yang lihai bermain drama. Pandai bermain peran bak artis kenamaan. Ia patah, ia kehilangan arah. Lalu, ada rentetan sajak yang memaksanya untuk terus bergerak. Matanya terbuka, hati nya lebih leluasa. Tak lagi bengkak, tak lagi sesak. Atas jasa orang yang ia peluk saat terpuruk. Siapakah dia? Benarkah kisah ini akan berakhir begitu saja? °°°° ©2020
Todos os Direitos Reservados
#564
softboy
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Our Home Lost in This House
  • DRABIA [END]
  • REVANARA
  • BAD?! It's Me!{END}
  • Untuk, Abadi | Completed ✔
  • Dear Jason ✔
  • A L O D I E
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Bad Boy In Love [COMPLETED]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)

Malam membawa bulan melayang diambang langit Menebar bintang yang berbaris rapi Sakit yg menggerogoti aku Semakin tak berperasaan Menusuk ulu hati, menyisakan luka yang tak kunjung mengering Menambah lara hatiku yg terkhianati Aku tak diberi kesempatan Oleh rembulan untuk berkisah lebih lama dari biasanya Arumi Syafiya. _________________________________________ Secarik kertas terakhir seorang ibu dalam sakaratul mautnya. Lengkap dengan butir-butir air mata yg membekas di atas kertasnya. Dan tetesan darah yang membentuk identitas di permukaannya. Yang membuat siapa pun yang membacanya akan paham, betapa sakit dan. menderitanya ia di penghujung nyawanya. Wanita hebat yg kerap kami panggil Bunda itu, telah tiada tiga tahun yang lalu. Mewarisi kami hati yang terbalut rindu. Lengkap dengan kenangan kami, hari-hari kami, yang kami habiskan dengan canda dan tawa. Tanpa tau apa yang telah dialaminya, kami tak kehilangan sedikit pun kasih sayang. Semuanya utuh, seolah baik-baik saja.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo