Story cover for TEDUH by DeviHelena
TEDUH
  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Apr 28, 2020
Aliza cyra Khairiyah perempuan yang jatuh cinta hanya lewat tatapan mata. Dia dipertemukan secara tak sengaja. Tak pernah terpikir olehnya, ia bisa jatuh cinta semudah itu. Perlahan tapi pasti sosok laki-laki itu sudah masuk terlalu dalam dihatinya.

"Pertama kali ku menatap mu,Kamu langsung bisa menghasilkan degup jantung dari diriku."
Aku tak mengenalimu, hebatnya kau bisa langsung membuat aku jatuh cinta.

Selamat membaca,dan semoga suka🤗😊
All Rights Reserved
Sign up to add TEDUH to your library and receive updates
or
#29teduh
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
He Wrote My Name Wrong cover
The Chance cover
Khazia cover
Me is Mine cover
Memory Of First Love [Completed] ✓ cover
PESAN UNTUK RAYAN cover
720 jam cover
Dia Datang,., [END] cover
Terikat Gelang Takdir cover

He Wrote My Name Wrong

22 parts Ongoing

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.