April
  • WpView
    Reads 365
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2020
Artha baru saja pulih dari luka masa lalunya karena hati yang pecah berserakan tak beraturan setelah ia berpisah dengan orang yang paling ia sayangi. Perlu waktu satu tahun untuk pulih dan kembali baik-baik saja. Ia harus memungut serpihan hatinya yang pecah dan menjadikannya kembali utuh dan bersiap kembali untuk jatuh hati. Dalam masa pemulihan hatinya, ia bertemu dengan seorang perempuan yang bernama Fanny. Ia mampu membuat Artha menaruh perhatian lebih padanya dan membuatnya jatuh hati. Laksana usap abur, Tuhan telah menentukan warna-warna dalam kehidupan kita. Tak ada hak untuk setiap manusia mengganti warna-warnanya, kita hanya bisa menjalankan apa yang sudah tuhan rencanakan. Artha berada pada sebuah titik bifurkasi, ia berada di persimpangan jalan. Nalar dan nalurinya silih bertempur dan membuatnya bimbang. Artha harus memilih satu diantara dua pilihan. Terus berjuang untuk menggenggam tangan dan berjalan beriringan atau menghentikan langkah dan berjalan berlawanan arah. Hati yang dengan susah payah ia pulihkan harus kembali jatuh, pecah dan berserakan tak beraturan. Rasa memang tak kasat mata, takkan ada yang mampu untuk menerka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERAYAAN PATAH HATI
  • DIA PERGI?!
  • Dari Luka Menuju Cinta (Selesai)
  • " To Love ,To Lose "
  • PAMIT (END)
  • Narasi patah hati

"Tidak semua luka harus sembuh, sebagian justru layak dikenang..." Dalam kumpulan cerpen ini, patah hati bukan sekadar akhir dari cinta, tapi sebuah perayaan-tempat kenangan, luka, pengkhianatan, dan keheningan duduk bersama dalam satu meja, meneguk air mata sebagai anggur malam. Perayaan Patah Hati menghadirkan kisah-kisah manusia yang berjalan limbung di lorong sunyi kehilangan: Seorang pria yang dihantui masa lalu mantan istrinya, hingga iblis dalam dirinya menampakkan wajah... Perempuan yang mencari makna di balik mimpi-mimpi gelap setelah kekasihnya hilang tanpa pesan... Sebuah surat yang tak pernah sampai, ditulis di antara jeda hujan dan bunyi ambulans... Dan cinta-cinta lainnya, yang menyublim dalam kata, menyakitkan namun indah dikenang. Dengan gaya bahasa yang manis dan penuh diksi metaforis, buku ini mengajak pembaca merayakan rasa sakit, menyelami kedalaman luka, dan menatap cahaya kecil di ujung sepi. Karena tidak semua patah hati harus dilupakan-sebagian dituliskan, dirayakan, dan dijadikan rumah bagi yang pernah tersesat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines