Unicorn for Me

Unicorn for Me

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
Carissa adalah sosok perempuan yang sabar, pemikir, positive thinking, dan terbuka dengan sesama. Namun, kadang ia akan menjadi orang yang insecure dan merasa sangat bersalah jika ia melakukan kesalahan kecil. Walaupun begitu, ia adalah sosok yang pantang menyerah. Seperti yang dilakukan Carissa kepada Edward, teman masa kecil Carissa. Edward sedikit berbanding terbalik dengan Carissa. Lebih cepat marah dan terkadang tidak banyak bicara. Carissa tidak henti-hentinya mengingatkan janji masa lalunya kepada Edward. Namun dimata teman-temannya, itu merupakan usaha yang sia-sia. Seiring berjalannya waktu, Carissa malah mendapat masalah yang bertubi-tubi. Apa yang harus dilakukan Carissa dalam menghadapi semua masalah yang tak ada ujungnya dan juga harus tetap berusaha membuat Edward ingat padanya? Carissa percaya usahanya akan membuahkan hasil dan masalahnya segera terselesaikan. "Kamu lupa, aku tetap sayang"
All Rights Reserved
#205
cintasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • Sincerely, Milan
  • PEMERAN UTAMA season 1
  • Rope My Heart [Completed]
  • My Boyfriend Is My Soul Mate
  • Game Over: Losing Control
  • XAVIERA [Completed]
  • Clara Casandra
  • CINTA SEPIHAK [TERBIT]
  • UNTUK AZA ( COMPLETED)
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines