Between Me You And Her

Between Me You And Her

  • WpView
    LECTURES 2,286
  • WpVote
    Votes 384
  • WpPart
    Chapitres 21
WpMetadataReadTerminé jeu., août 19, 2021
🔥𝙅𝙖𝙪𝙝 𝙅𝙖𝙪𝙝 𝙥𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙩🔥 Diambil dari kisah nyata! 𝓒𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝓲𝓷𝓲 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓪𝓷𝓭𝓾𝓷𝓰 𝓫𝓪𝔀𝓪𝓷𝓰 𝓭𝓪𝓷 𝓼𝓮𝓰𝓪𝓵𝓪 𝓾𝓶𝓹𝓪𝓽𝓪𝓷 𝓴𝓪𝓼𝓪𝓻. ✧─── ・ 。゚★: *.✦ .* :★. ───✧ Yang saat ini menjalani hubungan virtual mampir yuk barang kali kalian suka. Lapak cerita ini pas buat mewakili kalian yang sedang menjalani hubungan virtual atau sedang mengalami kisah cinta segitiga. ✧─── ・ 。゚★: *.✦ .* :★. ───✧ Vannia dihempaskan kenyataan yang tak pernah ia bayangkan. Kenyataan yang kini membuat hatinya kian patah dan hancur sehancur-hancurnya. Pada akhirnya virtual akan selalu kalah dengan seseorang yang selalu ada. Tak peduli seberapa besar perjuanganya, tak peduli akan ketulusannya, tak akan pernah ternilai di matanya. Virtual selalu dianggap tak nyata, namun sejujurnya itu hanya ada dalam pikiran yang begitu dangkal. Virtual bukan tak nyata namun hanya saja takdir belum mempertemukannya. Pada garis waktu, waktu yang terus berjalan. Di waktu yang tak terduga Bintang akan menghadapi sebuah pilihan. Pilihan yang membuat 1 hati kecewa yang begitu mendalam dan menghancurkan hati tak tersisa. Akankah pilihan Bintang kini telah benar adanya atau akan meninggalkan sebuah penyesalan yang tak berkesudahan? ✯¸.•'*¨'*•✿ ✿•*'¨*'•.¸✯ 𝙰𝚔𝚞 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐𝚒𝚖𝚞, 𝚗𝚊𝚖𝚞𝚗 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞𝚕𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗𝚖𝚞 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚊𝚞 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚗𝚓𝚊 - 𝚅𝚊𝚗𝚗𝚒𝚊
Tous Droits Réservés
#5
semu
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Unspoken Love
  • NYAMAN. (Lilynn & Orine) 48 Gen 12
  • Raga Kecil
  • You are in my past and my future [END]
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Aralie, Maafkan Aku
  • Cerita Tanpa Akhir
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • YOU
  • TIME will TELL {On Going}
  • R A V A N I A  [ SEGERA TERBIT ]
  • Semerah Warna Cinta [TTS #3 | SELESAI]
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Friend's Zone's
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • VIRTUAL FEELING
  • Hujan Yang Tak Merindukan Pelangi [ORINE]

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu