Tua Bercerita

Tua Bercerita

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 10, 2021
Ia sempat memelukku erat semalam sebelum tidur kekalnya. Sosok yang selalu menikmati cahaya pagi di beranda rumah dan mengutuk senja yang terlalu cepat berlalu. Bukan tanpa alasan ia melakukan itu, ia ingin cintanya abadi dalam lambaian angin semesta.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • Aksareya
  • RECLINE
  • Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019
  • Kutikung Kamu Di Sepertiga Malam
  • ANGKASARAYA
  • Senja Rindu Pagi
  • Always Be With You
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]

Seorang pria yang tiba-tiba muncul di malam itu, menawarkan bahunya untuk bersandar dan ketulusan hati yang tak tergoyahkan bagi Della. Selama ini, Della terperangkap dalam bayang-bayang masa lalu yang terus menghantuinya. Namun, kehadiran pria itu membawa perubahan, memberinya keberanian untuk menghadapi dan berdamai dengan luka lama yang tersimpan di relung hatinya. Malam itu, sebuah janji sederhana namun penuh makna terucap-janji yang akan terus terpatri dalam ingatan Della, "Mulai sekarang, mari kita rayakan semua yang tidak pernah kamu rayakan saat kecil." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines