Rylin (Bisu) ✔

Rylin (Bisu) ✔

  • WpView
    Reads 169,510
  • WpVote
    Votes 10,399
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 22, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita belum direvisi jadi jika ada kata yang tidak dimengerti, terdapat typo, mohon dimaafkan. Saya usahakan untuk merevisi bagain awal awal part yang saya rasa terdapat banyak typo. Apa jadinya kalau kita dibenci oleh keluarga karna satu kekurangan yang kita miliki, pasti sakit bukan. Yah, seperti itulah yang Rylin rasakan, di benci oleh keluarga kandungnya sendiri akibat kekurangan yang dia miliki yaitu tidak dapat bicara dan masalah masa lalu yang membuat dia menderita sampai sekarang. " inilah aku yang tak dapat mengungkapkan rasa sakit lewat kata kata" (Rylin) Tgl publis---> 28 April 2020
All Rights Reserved
#741
fake
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lolly [END]
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • Almeyra Azqilla Alana [On Going]
  • Albel
  • Lightning dark story
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • ALFAREZI [On Going]
  • TWINS [END]✔

Kenalin, gue Lolly Muzema. Gue biasa dipanggil Lolly, ya, panggilan yang imut menurut gue. Gue adalah anak dari Pak Dito Valenzha Muzema dan Ibu Ardhila Putri. Murid SMA Normezza, kelas 11 Ipa 3 yang bisa dibilang ga pinter, dan sedikit bodoh. Tetapi, gue punya bakat dalam bermain gitar. Menurut orang yang udah kenal gue, gue bisa dibilang cuek dan bisa dibilang ga bisa diam. Mantan gue cuma 1, cukup 1 dan ga mau nambah. [skip] "Tanpa lo sadari, lo udah nyakitin hati gue kak!" Bentak gue sambil menahan tangis. "Ya itu sebuah resiko yang harus lo ambil karna lo suka sama gue!" Balasnya dengan sebuah bentakan juga. "Emang ga mikir lo ya, Kak" "Maksud lu apa? Kalo emang gue ga mau sama lo, ya udah, jangan maksa" "Sakit? Iya sakit? Itu juga gue rasain Ly, waktu lo deketin gue dan gebetan gue menjauh dari gue!" Ucapnya dengan nada tinggi. Jelas, kata-kata itu langsung menusuk dada ku hingga sesak. "Gue tau kak, tau banget, tapi kakak ga pernah tau apa yang gue rasain sekarang," Balas gue sambil meneteskan air mata. "Emang gue ga tau, dan gue ga mau tau" "Gue bakal buat lo nyesel, Kak," Ucap gue lalu pergi. Dia~ Penggores luka terhebat. @Copy Right, 2020 by @Csndra_asp

More details
WpActionLinkContent Guidelines