Ciwi's Squad

Ciwi's Squad

  • WpView
    MGA BUMASA 324
  • WpVote
    Mga Boto 41
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Sep 27, 2020
kisah 4 cewe yang dikelilingi 5 cowo rusuh bukan main. 4 cewe kuat dengan caranya masing-masing. Jasmine Theresia : cewe polos yang jadi anak terakhir paling disayang sama semuanya paling dijaga saking polosnya Tzuliana Ayu : cewe dengan gelar dede emesh favorite, most wantednya sekolah, paling terus terang kalau ngomong walau tahu bakal nyakitin Marsya Fredella : cewe most wanted kedua setelah Tzuyu, cewe bar-bar yang suka berantem, pentolan sampe banyak cowo yang mikir-mikir mau deketin, aslinya manja banget Keyrie Keyl : ibu dari segala ibu hampir semua bergantung padanya, peka banget sebelum orang ngomong dia langsung tahu begitu aja, kesayangan cowo-cowo
All Rights Reserved
#42
minjoo
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • We Were We Are
  • Heartbeat
  • BAD GIRL VS OSIS [END]
  • Ketos Park Jisung & Me
  • Strange
  • Exo bts Twice love_💓
  • Most Wanted | jisyong
  • "My Brother,best Brother"
  • Me VS You [COMPLETED]
  • Love in bullying

Follow dulu yuk... Lanjut masukin perpus😇😇 Meira cewek paling dingin di sekolahnya dengan kepribadian yang di penuhi dengan secreet, ia cewek yang males berurusan dengan orang lain kecuali kedua sahabatnya. Namun di tengah tengah kehidupannya yang damai ia bertemu dengan laki laki bernama haqi yang termasuk siswa terfavorite dengan kecerdasan dan paras tampannya, tapi ia mendapatkan julukan the most wanted karna kepribadiannya yang tak tersentuh. Siapa sangka meir dan haqi ternyata sudah saling mengenal sebelum mereka terlibat di antara konflik konflik yang membuat mereka semakin saling membenci. Tapi justru meira dekat dengan sahabatnya, Devano. Meira - hidup dalam keheningan yang dipenuhi warna. Empat tahun berlalu sejak kehilangan bagian terpenting dari hidupnya. Ia menyembuhkan diri lewat kanvas, jauh dari Indonesia, jauh dari luka. Tapi pulang ke tanah air berarti membuka pintu masa lalu-dan di baliknya, Zayyan Nabhan Haqi masih berdiri... menunggu. Dulu, cinta mereka terpisah oleh keadaan. Sekarang, cinta itu diuji oleh keraguan dan sisa luka yang belum sembuh. Bisakah dua hati yang patah kembali saling percaya, setelah terlalu lama diam? "We Were, We Are" adalah kisah tentang patah dan pulang, tentang dua jiwa yang belajar mengisi ruang yang dulu kosong, dan tentang cinta yang menunggu waktu untuk selesai.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman