Teenager Symphony

Teenager Symphony

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Thu, May 14, 2020
"To : Z From: Me Terimakasih sudah datang, terimakasih sudah membuatku jatuh hati. Aku pernah bahagia karena Tuhan telah mempertemukanku denganmu dan tak pernah terlintas penyesalan atas itu. Kita adalah sebuah kebetulan yang entah bagaimana caranya bisa menjadi bahagia. Sesuatu yang tak di sangka-sangka sebelumnya namun bisa bertahan begitu lama. Sekeras apapun aku mencari, logikaku tak akan pernah mampu menemukan jawabannya. Mungkin Tuhan sengaja ingin kita bertemu bersama saling menghabiskan waktu. Aku tak bermaksud memenangkan hatimu kembali. Akh sudah cukup rasanya, kini saatnya aku berada di barisan dimensi yang telah lama tak terisi, kosong. Maaf karena telah menjebakmu begitu lama, membiarkanmu terperangkap disini seorang diri, sementara engkau ingin bebas berlari tanpa kusadari. Terimakasih telah mengenalkan ku pada senja, karenamu aku tahu senja itu indah dan meneduhkan sama seperti caramu menatapku tanpa kurindu. Selamat ulang tahun kamu, maaf apabila aku kembali membuka memorymu sejenak mengingatku. Terimakasih dan jangan lupa bahagia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IF YOU
  • senja di matamu
  • Terima kasih Ravindra
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • KITA DAN SEMESTA
  • Rendra & Lila [END]
  • Sekali Lagi (End)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Mahligai Sunyi
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines