Dear Calon Imam

Dear Calon Imam

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2020
⚠️❗AWAS BAPER❗⚠️ "Berapa hutang dia," ujar lelaki muda nan tampan sambil melihat ke arah wanita berlesung pipit itu.Salah satu lelaki bertubuh besar itu pun menjawab.lalu,"Biar saya yang lunasi."lelaki muda itu mengeluarkan handpone dan mencatat nomor rekening salah satu lelaki bertubuh besar itu.Setelah selesai,dua lelaki bertubuh besar pun pergi sambil tersenyum jahat ke arah wanita berlesung pipit itu. Wanita itu sedang menangis di balik tubuh kekar sang lelaki muda.Lelaki muda itu pun menenangkan wanita itu sambil mengangkat kursi tamu yang jatuh akibat ulah dua lelaki tadi. "Maaf,aku merepoti kamu."ujar wanita itu sambil terisak."gak,santai aja,"jawab lelaki itu sambil melihat ke arah Wanita itu,sedangkan wanita itu hanya menunduk sambil menangis. " Aku janji akan melunasi semua hutang ku padamu,terimakasih dan maaf."ujar wanita itu lagi sambil menghapus bulir-bulir air bening itu yg sudah membasahi sebagian hijab yang ia kenakan. "Tak usah di bayar,"jeda sekian detik,lalu "tetapi menikah lah denganku."Setelah mengatakan itu,Lelaki itu pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mr. Right For Now
  • Arsyilazka
  • Takdir From Allah (Revisi)
  • Skenario Hati [Sudah Terbit]
  • Assalamualaikum Imamku
  • kopiku
  • Rent a Date [FIN]
  • The Baby's Contract✓
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)

[BACA SAAT ON GOING. INTERMEZZO PART DIHAPUS 1X24 JAM SETELAH PUBLISHED] May contain some mature convos and scenes. "Aku akan bayar semua hutang kamu, asal kamu menikah denganku." Aku tidak tahu bagaimana mengurus anak, juga tidak tertarik untuk melakukannya biarpun usiaku sudah menginjak 24 tahun. Tapi aku harus bisa sekarang sebagai balasan untuk perjanjian yang aku dan Ekata lakukan. Bayi di depanku ini tidak bisa dikatakan jelek. Apalagi dengan mata bulat dan besarnya, serta pipi bulat, dan rambut ikal berwarna cokelat tua. Tangannya yang seperti logo ban berwarna putih yang berlipat-lipat itu berusaha meraih mainan berbentuk bintang yang menggantung di atas kepala. Dia, Alma, lucu dan dia anaknya Ekata, suamiku. Bingung, kan? Sama, aku juga. Jadi, ini awal mula bagaimana aku, Adina, terjebak di benang kusut yang aku buat. Lalu semakin kusut setelah ibu kandung dari Alma datang dan memintanya kembali. GENG BUAYA SERIES #2

More details
WpActionLinkContent Guidelines