Story cover for Second Encounter by Vanillaaaaice
Second Encounter
  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 28, 2020
"Andai saya tidak melepaskan tanganmu saat itu..." -Jangga.

1997
Untuk pertama kalinya Chalya bertemu pria bermata dingin itu, Janggala Mahatma, seorang demonstran yang aktif untuk menyuarakan suara rakyat. Rambut hitamnya, harumnya, tinggi badannya, dan tangannya benar benar membuat Chalya jatuh cinta.

2020
Kami bertemu lagi setelah 23 tahun lamanya. Lama tak berjumpa, Janggala Mahatma.
All Rights Reserved
Sign up to add Second Encounter to your library and receive updates
or
#1801997
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
After J (Complete) cover
Saat Kita Jatuh Cinta  cover
Mendadak Ipar cover
Maura √ (Tamat - Karyakarsa)  cover
Pesawat Kertas cover
FALL IN LOVE WITH A BASTARD cover
Hai masa lalu. cover
Say Yes To Heaven -  Rupha [ EnD ] cover
Good To You cover
Satu Atap, Satu Kampus cover

After J (Complete)

80 parts Complete

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.