Destiny
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 22, 2020
Perihal mimpi disholat istikharahku. Tentang seorang gadis cantik nan anggun. Gadis yang selalu mendengar seluruh celoteh dan omelanku di kelas karena ulahnya. Bagaimana bisa selalu dia yang ada di mimpi ini? Aku selalu yakin dan percaya. Bahwa Jodoh sudah ada dalam lauh mahfudz, jauh sebelum alam semesta diciptakan. Berulang kali kuhapus, berulang kali kuulangi. Kenapa masih saja sama? .... Dialah 'adelia khaerunnisa'. Nama itu lagi dan lagi, Baiklah. Aku tak akan bermimpi itu lagi. Sudah kuputuskan. Aku akan memperjuangkan. Apa yang selalu kumimpikan. Tidak peduli seperti apa nanti akhirnya. Namun biarkan aku berusaha, meski nanti pada akhirnya mungkin kecewa. Takdir memang begitu lucu. Mempertemukan aku dan kamu yang sebelumnya tak saling tau. Jika memang kamu dan aku adalah jodoh yang Allah pilihkan. Maka tunggu aku mengucap kata khitbah, di depan ayahmu. Tunggu hingga hari itu nanti tiba. Aku mencintaimu 'Adelia....' Cinta yang pada awalnya mungkin sebuah kesalahan atau mungkin sebuah kebetulan. Kini akan ku perjuangkan, meski hanya sebatas pecandu temu di sepertiga malam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • Kahfi dan Yumna
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Cinta Suci Zahra✓
  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Jodoh Pilihan Abi
  • MUSHKIL PYAAR (End)
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines