We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ALESYA, and all the pain

ALESYA, and all the pain

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Apr 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Ya tuhan, Aley berhak bahagia kan? Aley tidak mau terus-terusan disakiti. Aley ingin bahagia, Aley ingin sekali papah memperhatikan Aley walau sedikit saja. Itu sudah berharga sekali bagi Aley Pah" - Alesya Selina Albern. ______ Kebahagian Alesya selalu saja direbut oleh adik tirinya, Anetta Putri Albern. Semua rencana Anetta selalu berhasil untuk menghancurkan kebahagian Alesya. Anetta sangat ingin papahnya selalu mengutamakan dirinya, bukan Alesya. Baginya, Alesya tidak boleh merasakan kebahagiaan. Anetta selalu iri dengan Alesya yang dikagumi banyak oleh orang-orang karena kelebihannya. Tentu saja, Anetta tidak akan membiarkan Alesya bahagia sedikitpun. Ia hanya ingin melihat Alesya menderita setiap hari. "Gue bakal bikin lo hancur Alesya, Lo kira gue bakal diem aja gitu ngeliat Lo bahagia? Gak Alesya. Kebahagiaan hanya milik gue, bukan milik Lo. Liat aja, tunggu rencana gue buat bikin Lo menderita HAHA" - Anetta Putri Albern
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEAGAS [END]
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • No Longer Mate
  • RAPUH!
  •  ANATHA
  • DEAR ANNETHA
  • Alfaran
  • Only You [Slow Update]
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]

Bagaimana bisa cewek posesif akut dan cowok gengsi tinggi menjalin hubungan? Ini tentang Alesha dan Agastya, dua orang remaja yang menjadi sepasang kekasih. Berawal dari Agastya yang iseng mengajak Alesha berpacaran, sampai akhirnya hubungan mereka terus berlanjut. Agastya yang gengsi dalam mengungkapkan rasa sayangnya kepada Alesha. Dan Alesha yang posesif karena Agastya lebih mementingkan sahabat perempuannya daripada dirinya. "Gas, alasan lo ngajak gue pacaran apa? Lo cinta sama gue?" "Dih, apaan sih. Jangan kepedean lo!" --- "Sifat posesif lo itu bisa ilang nggak sih, Sha?" "Nggak bisa! Sifat posesif gue muncul karena lo lebih mentingin sahabat lo itu daripada gue!" --- "Lo bisa ngehargain gue sebagai pacar lo nggak sih, Gas? Iya gue tau kalau hubungan kita itu cuma main-main. Tapi gue itu statusnya pacar lo, Lacita itu cuma sahabat lo!" "Hubungan cuma main-main tapi lo berharap gue memperlakukan lo kayak pacar pada umumnya. Nggak usah berharap lebih lo!" #200322 #161022 [CERITA INI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI, DAN TIDAK ADA UNSUR PLAGIAT. JADI MOHON MAAF JIKA TERDAPAT KATA ATAU KALIMAT YANG SAMA]

More details
WpActionLinkContent Guidelines