Lili You're Twit

Lili You're Twit

  • WpView
    Reads 209
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 5, 2021
Pada dasarnya wanita itu tidak pernah percaya akan cinta pandangan pertama ,hal mitos itu hanya kata kata nihil yang tidak akan ia rasakan seumur hidup,anggapnya..! sampai pada ahirnya ia dengan sendiri merasakanya. Menaruh hati pada lelaki bernama aneh dipendengaranya dengan notabe memiliki gangungan post traumatic stress disorder (PTSD). Ia belajar untuk menyembuhkan pasien itu dengan ilmu otodidak yang dia pelajari. ~Kamu tempatku untuk bermekar, menyuarakan cinta dalam satu pandangan, mengintip pada kelambu tipis dimusin semi, ini adalah klise cintaku untukmu~
All Rights Reserved
#271
sadending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Stres In Life
  • Waiting To Be Ended
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Halal Is My Way[TERBIT]
  • see you again
  • After Such A Long Time (Hiatus)
  • Tolong Sembuhkan Aku (Save Me, Please!)
  • Korban janji yang berujung pasti  [END]
  • ARKALYA (END)
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines