We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Antara Hujan dan Petir

Antara Hujan dan Petir

  • WpView
    Reads 473
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Thafa Hasana seorang gadis dengan paras ayu,harus mengalami kenyataan untuk melawan Histrionic Personality Disorder. Tidak ada satupun keluarga Yang mendampinginya dikala itu , beruntung Thafa memiliki orang yang masih peduli dengannya. Terutama sahabat nya ,Karena mereka Thafa bisa menjadi wanita yang tangguh untuk melewati masa sulitnya. Dengan adanya suatu perkara,seseorang berubah dan membuat Thafa bertemu dengan seseorang bernama Ariel Pratama di masa SMA. Pada saat itu semua terasa menjengkelkan begitupun dengan Thafa yang cuek dan dingin, Yang pada awalnya hanya menganggap Ariel sebagai angin lalu. Dan tenyata di balik pertemuan itu ada makna Yang bersembunyi di dalamnya. Aku menyukai hujan tapi tidak dengan petir. Seperti Aku yang mencintaimu tapi aku takut untuk terluka. Apakah ada seseorang yang menemaniku hingga munculnya pelangi? ~THAFA HASANA~ Bagiku Hujan dan petir adalah kebahagiaan. Jika hujan menghapus air mata maka petir akan menghapus luka dihati. Dan bukankah pelangi muncul karena adanya matahari?. Maka dari itu aku ingin menjadi matahari mu sampai kau dapat melihat pelangi bersamaku. ~Ariel Pratama
All Rights Reserved
#110
insecurity
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • DIARY RISA [COMPLETED✅] [REVISI]
  • [✓] - Dari Semesta [COMPLETED]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Lovakarta
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • Is LOVE
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • KEPERGIAN SENJA

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines