Dear Ara

Dear Ara

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
Raya hanya menatap keluar jendela sedangkan Alan sedang fokus menyetir. Setelah menempuh beberapa menit akhirnya mereka sampai disebuah kafe. Tempatnya sih nyaman aethetic gitu. Jadi adem deh. "Mana yang mau ketemu?" Tanya Raya dengan rasa penasaran yang membuncah. "Masih dijalan bentar lagi sampe kok, Sabar yah." Ucap Alan. Lima menit kemudian orang yang ditunggu telah tiba namun Raya tidak tau karena ia membelakangi orang tersebut. "Raya." Panggil orang itu. Deg! 'Ga mungkin gue pasti mimpi. Ayo bangun Ray. Ga mungkin dia' Batin Raya. Bahkan Raya hanyi mematung melihat orang yang kini telah ada didepannya. Tapi yang mengejutkan dia tidak sendiri tepatnya bersama seorang wanita. "Ga mungkin..." lirih Raya. Rasanya lututnya terasa lemas. "Duduk dulu Raf." Ucap Alan Ramah. "Thanks Lan. Oh iyah kenalin ini namanya Oca. Ehm lebih tepatnya Rossa Evalina Bernardo." Ucap Rafka. Yupz orang yang datang tadi adalah Rafka dan bersama seorang wanita entahlah siapa wanita itu. "Alan." Ucap Alan mengulurkan tangan. "Oca." Ucap gadis itu membalas uluran tangan Alan. "Dek." Panggil Alan membuyarkan lamunan gadis itu. Gadis itu menoleh kearah sang Abang dan tersenyum. Lebih tepatnya tersenyum paksa. "Oh iyah kenalin saya Raya adiknya Bang Alan." Ucap Raya riang. "Oca." Balas Oca ramah. Dan mereka pun mengobrol ringan. Lebih tepatnya Rafka, Oca dan Alan. Raya hanya sesekali menimpali. Kadang hanya tertawa kecil. "Ehm tujuan gue ngajak ketemu sebenernya mau ngasih ini sih." Ucap Rafka menyerahkan sebuah undangan. Deg! Rasanya dunia Raya telah runtuh. Orang yang selalu ia nanti kehadirannya telah memutuskan menikah. Dan itu akan diadakan lusa. 'Lusa' batin Raya tak percaya. Sepanjang perjalanan hanya hening. Entah apa yang gadis itu pikirkan. Raganya memang disini tapi pikirannya melayang entah kemana.
All Rights Reserved
#539
ara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • perfect house
  • My Annoying Little Wife #WRITONwithCWBP
  • K.I.T.A
  • Alinka's Story! [Completo]
  • ArKa (End)
  • tentang sebuah rasa
  • Angel To Raya (END)
  • Senyum yang Patah
  • REUNI (Enam)

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines