TOMAT CHERRY masa 15

TOMAT CHERRY masa 15

  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 13, 2021
Sang Pembisu. Kau adalah pria kedua yang terpenting setelah Ayahku. Kau adalah guru bisu bagiku, mengajarkan tentang, bagaimana kehangatan akan memeluk sisimu yang beku. Kau juga mengajarkanku, bagaimana caranya berlari, saat terhalangi deburan samudra. Kau menjadi suka dikala hujan, dan menjadi duka dikala fajar. Kau salah karena menganggapku lemah. Kau benar jika menganggapku lelah. Kakiku masih bisa saja untuk berlari. Namun bisumu menghalangi lajuku. Kau tidak tahu, bagaimana kakiku berurai warna merah, betapa sakitnya aku tersenyum. Mana kau lihat. Karena kau dibutakan oleh bisu. Sehingga tidak melihat ketulusanku. -Tomat Cherry masa 15- Puisi di atas hanya keluh kesah dari Sasya. Namun, hari hari tidak boleh selalu bersedih bukan? Jadi kita ambil positifnya dan mari kita bersenang senang! Satu lagi! Ayo kita lihat barbarnya Sasya! HUHUY
All Rights Reserved
#8
monyet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Past Dark
  • ANASTORY [END]
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Pluviophile And Memories
  • Remember You - {On Going}
  • Three Targeted Girls!!
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Takdir
  • Secret Admirer [END]

Suatu hari tak sengaja aku mengenal sesosok pria manis yang juara gombal di pantai yang menakdirkanku memilikinya. Awalnya aku merasakan kebahagiaan, aku tak tau kalau endingnya akan sebegini beratnya. Bagiku kehilangannya adalah hal yang paling menyakitkan dan menyeramkan. Wanita ketigalah penyebab semuanya. "Mungkin aku kalah saingan dengan dia" batinku pilu Aku tak mengerti kenapa aku hanya bisa memilikinya sesaat? Kenapa di saat aku ingin bahagia, ia malah menjauh dariku... Mana janji yang sering dia ucapkan padaku? Mengapa kau tak membuktikannya? "Mungkin aku wanita yang tak memiliki apapun untuk membuatnya bahagia" Namun, salahkan aku? Jika aku ingin bersamanya? Jika aku ingin menapaki hidup bersama? Tuhan, kuatkan aku yang semakin rapuh dan lemah... Karena ulahnya.. Nantikan ceritanya ya guys🙏🙏. DILARANG KERAS PLAGIAT🚫 #jangan lupa komen #nantikan terus lanjutnya #ikuti terus karya saya ya #makasih atas waktunya yang sudah membaca novel saya #awas baperrrrrrrr

More details
WpActionLinkContent Guidelines