We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HATE & LOVE

HATE & LOVE

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tagscerpen
Hai gaes gue indah, gue satu-satunya murid yang banyak ditakutin para cowok disekolah tapi gak semuanya sih, gue gak tau kenapa mereka bisa takut gitu padahal kan gue biasa², tapi gue gak terlalu pikirin hal² yang gak penting. Sekarang gue lagi ada ditaman sendiri, sesekali ngehirup udara ditaman sambil duduk dikursi.Biar agak nyaman gue pasang 🎧 di telinga dan memutar lagu yang bagi gue enak.Perlahan mata gue tertutup dan membiarkan angin meniup rambut gue yang hanya sebahu berterbangan. Sekarang mood gue hampir membaik dan 'hai indah' 'ha ada suara yg manggil gue dan sepertinya gue kenal tuh suara'. batin indah
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One Week Love 1 (completed)
  • My protective and perfect boyfriend
  • Bucin || Jikyu [END]
  • My Favorite Friend (Complete)
  • THE IDOL [HYUCKREN] ✅
  • Cinta Tapi Cinta?
  • teenage years to..
  • SERSAN KU
  • Make a Story With You

"Aku menunggunya, untuk melihatku..." Meski lincah, aku terkenal ceroboh. Aku tertawa sambil mundur, sebelum menyadari kalau aku menabrak. Kaget, aku malah tergelincir. Jadi aku menarik orang yang dibelakangku. Dia jatuh dan aku berhasil tetap berdiri. Hampir saja. Berniat kabur, dia menangkap tanganku. Tak menoleh, aku menarik tanganku. Tapi dia lebih kuat dan aku ikut terjatuh disebelahnya. Momentum membuat muka kami bertabrakan dan aku mencium pipinya. Sama-sama kaget. Kami menjauh. Dia salah satu teman dari cowok gendut tadi. Reflek, aku langsung menangkap rambutku yang berkeliaran untuk menutupi muka. Mendapati dia yang melotot sambil memegang sebelah pipinya yang bisa kulihat punya jejak lipstick-ku. "lo siapa?" dia menarik tanganku. Aku tak bergeming. Aku melihat kesampingnya dan berteriak, "selamat pagi pak dekan." Dia menoleh dan aku meloncat kabur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines