Story cover for CLOVER by UnicornGraph
CLOVER
  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 29, 2020
Love is a scam, kata mereka.

Setelah dikhianati mantan pacarnya, Kara Oriana memutuskan untuk tidak ingin lagi jatuh cinta. Tapi, little did she know, satu pesan dari nomor tak dikenal akan mengubah pikirannya.

Apakah ia akan terjebak lagi?
All Rights Reserved
Sign up to add CLOVER to your library and receive updates
or
#36calumhood
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Rama Prananta (Sudah Terbit) cover
TIEMPO (revisi)  cover
GALELIA (HIATUS) cover
Bingung | Luke ✓ cover
feel blue cover
LINE •HOOD• [COMPLETED] cover
365 Day's to Fall in Love cover
Alkenio   cover
AYO MOVE ON! cover

Rama Prananta (Sudah Terbit)

31 parts Complete

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.