Livi dan Nando

Livi dan Nando

  • WpView
    přečtení 14
  • WpVote
    Hlasy 0
  • WpPart
    Části 2
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno čtv, zář 10, 2020
WpInfo
Fikce
Romantika
"Apa?" "Jangan sentuh aku sampai umurku 30 tahun." Ucapan gadis mungil didepanku itu membuat mataku refleks melotot. "Apa kamu gila? Berarti selama 2 tahun aku gak boleh nyentuh kamu sama sekali? Gak boleh nyentuh istriku?" Mataku melotot refleks setelah mendengar ucapan gadis mungil dihadapanku. Ego dalam diriku bergejolak. Baru kali ini ada perempuan yang berani menolak pesonaku. Sebuah senyuman terukir di wajahku. Ada perasaan berdebar karena merasa tertantang oleh gadis kecil ini. Kita lihat saja nanti, siapa yang akan menang.
Všechna práva vyhrazena
#900
masalalu
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Aksara Lingga
  • Don't call it love!
  • My Sweet Husband
  • ALA
  • The Crazy Wedding
  • Aku Adalah Lukamu
  • KEPINCUT BRONDONG
  • Prenuptial Agreement
  • Tua Tengil
  • Pangeran Itu SULTAN

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu