ANN
  • WpView
    Reads 1,305
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 1, 2021
Deru nafasmu adalah bait-bait angin yang tak pernah kurindukan. Dia bergidik kala itu, andai aku bisa menyeka harunya dengan ikhlas yang tulus. Entah dalam ikhlas apa, semoga cepat usai lalu yang membuatnya hinggap pada binar mata ini. Aku tetap mengadu pada kisah yang melingkar dalam seputar benak otak. Jika ingin terbit kala itu, mungkin aku sedang terperangah diam, melihat indahnya terik. Andai kau tahu juga dengan raut kelamku malam itu, mungkin kau cepat untuk berbalik arah dan kembali. Mungkin sesaat untuk mendekap. Untuk apa mendekap? Bukankah ia bukan sepasang kemeja putih yang kemarin baru saja melekat di tubuhku. Bukan, dia bukan sekedar sosok itu. Jika senja tak seindah Alea, lalu seindah apa? Akankah seindah langit sedu yang sering menampung pilunya dengan awan. Kemudian seketika turut jatuh meneteskan air mata.
All Rights Reserved
#519
kehilangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Navella (Revisi )
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • Jingga dan Senja 2 [PROSES REVISI TANDA BACA]
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • About Us [On-Going]
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Senja dan Langitnya
  • AmiKa [NOVEL] SELESAI✓
  • Serpihan Kaca [COMPLETED]
  • OUR [Selesai]

ketika kamu mengubahku menjadi seorang yang memahami apa itu arti hidup ini, jatuh cinta, kasih sayang, rasa hampa, dan rindu mendalam. sumber foto by pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines