Diujung Senja
  • WpView
    Reads 746
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
sapamu diujung kata. Untuk mataku yang tak mau terpejam meski kau hantar nyanyian tidur, membelai, merayu, agar aku terlelap dalam diam. Entah mengapa tubuhku begeming bertahan. Tak ingin tinggalkan malam yang kedinginan. Lautan mimpi sudah merayu menyebar jala khayalnya tapi aku tak ingin ini berlalu:( Kau tau gelisahku Kaupun tau mengapa aku tetap tak mau terlelap dalam selimut yang hangat kau malam ku Ku ingin waktu menunggunya sejenak Biar kita lebih lama bersama
All Rights Reserved
#1
puisitis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Selepas Senja Pergi
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Diam
  • Setelah Langit Berbisik (END)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Renjana
  • My Junior My Love ✔️
  • Tepian Semu || Lilynn✅

Ardika dan Amira adalah dua orang yang bertemu di antara kebetulan-kebetulan kecil-sebuah kertas yang terbuang, sebuah sapaan sederhana di taman kampus. Tidak ada yang tahu bahwa pertemuan itu akan membawa mereka pada kisah yang lebih panjang dari sekadar percakapan ringan di bangku taman. Sampai Ardika akhirnya mengerti. Bahwa cinta tidak diukur dari seberapa lama seseorang tinggal, tapi dari bagaimana ia tetap hidup, bahkan setelah senja pergi. ... Di persimpangan jalan, Ardika berhenti. Menatap langit yang bersih tanpa awan, hanya bintang-bintang yang berkelip kecil, seolah mengamati langkahnya dari jauh. Ia tersenyum, lalu menutup matanya perlahan. "Cinta itu tidak menunggu untuk dimiliki," bisiknya kepada malam. "Ia hanya ingin dirayakan, meski pada akhirnya ia harus pergi." Sejenak ia diam, membiarkan hatinya yang bicara. "Aku menulis namamu di antara bintang-bintang, supaya aku tahu ke mana harus menatap ketika rindu. Aku bisikkan namamu kepada angin, supaya ia membawanya ke mana pun aku pergi. Aku simpan suaramu dalam detak jantungku, supaya aku bisa mendengarmu. Dan aku akan selalu mencintaimu, seperti angin mencintai laut, seperti malam mencintai bintang, tanpa perlu bertanya kapan harus berhenti, bahkan Selepas Senja Pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines