Diujung Senja
  • WpView
    Reads 744
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
sapamu diujung kata. Untuk mataku yang tak mau terpejam meski kau hantar nyanyian tidur, membelai, merayu, agar aku terlelap dalam diam. Entah mengapa tubuhku begeming bertahan. Tak ingin tinggalkan malam yang kedinginan. Lautan mimpi sudah merayu menyebar jala khayalnya tapi aku tak ingin ini berlalu:( Kau tau gelisahku Kaupun tau mengapa aku tetap tak mau terlelap dalam selimut yang hangat kau malam ku Ku ingin waktu menunggunya sejenak Biar kita lebih lama bersama
All Rights Reserved
#2
soswett
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Renjana
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019
  • Bayang

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines