Langit sore itu tampak begitu cerah, tetapi ada sesuatu yang mengganjal di hati Safiya. Ia baru saja menyelesaikan kuliah hari itu dan bergegas menuju kampus tempat kajian yang sering ia hadiri. Hatinya terasa lebih tenang ketika berada di sana, jauh dari rutinitas yang terkadang membuatnya merasa kosong. Namun, kali ini ada yang berbeda-sesuatu yang belum ia pahami. Di sisi lain kampus, Zhafran berdiri menatap gedung di depan matanya, merasakan kegugupan yang sama. Ini adalah hari pertama dia di kampus tersebut. Setelah lulus dari pesantren, ia melanjutkan kuliah di universitas yang sama dengan Safiya. Satu-satunya alasan ia memilih tempat ini adalah untuk dekat dengan ilmu agama yang bisa ia pelajari lebih dalam, dan mungkin... dekat dengan Safiya. Namun, ia tidak pernah berani mengungkapkan perasaan itu. Hatinya yang penuh dengan cinta hanya bisa ia simpan sendiri, diam-diam.
More details