C&T Broken Friendship [ON GOING]

C&T Broken Friendship [ON GOING]

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku mohon kau jangan melakukan hal yang bisa membuat nyawamu melayang." Flair begitu terkejut ketika ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Torin ingin bunuh diri dengan terjun dari lantai tiga di sekolah SMA Maxima. "Untuk apa kau peduli Flair?. Bukankah kau lebih peduli pada Carlin daripada peduli dengan hidupku." Torin sudah cukup sakit hati dan kecewa melihat Flair dan Carlin jalan berdua sambil tertawa riang. Torin sudah melihat kebawah. Torin begitu yakin dengan keputusan yang akan ia ambil kali ini. Satu Dua Tiga "Torin...." Suara Flair yang begitu menggema di angkasa. ➖➖➖➖➖ Ini cerita seorang gadis yang bernama Flair Adena Chavali. Flair dikenal sebagai anak yang cerdas dan juga keras. Flair begitu dingin dengan semua orang tidak ada terkecuali. Pada suatu saat Flair disukai oleh ketua OSIS dan juga kapten basket di sekolahnya. Keduanya sama-sama memiliki prestasi yang membanggakan. Apakah Flair akan memilih salah satu? Atau Flair akan tak acuh dengan sikap kedua idola di sekolahnya?.
All Rights Reserved
#51
sari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Adella, Love You! ✔
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • ARGA [Completed]
  • AQILA [end]
  • RIVAL | Jeno Jaemin ✔ end
  • MOZILA [TERBIT]
  • Bukan Musim Dingin [END]

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines