Theirs Beast, My Princess

Theirs Beast, My Princess

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Semua wanita itu cantik, Dira." aku berusaha meyakinkan Dira yang kepercayaan dirinya sebagai wanita kini mulai menciut (lagi). "Mungkin kau benar, Ran, tapi tidak denganku. Aku berbeda. Mereka menghujatku karena aku tidak cantik seperti mereka, hiks". "Tidak, Dira. Kau cantik. Mereka menghujatmu karena mereka iri padamu, kau mempunyai kecantikan yang berasal dari hatimu yang tulus." "kau selalu mengatakan itu untuk menghiburku, kan, Ran." Entah bagaimana lagi aku harus meyakinkan Dira bahwa dia adalah wanita tercantik di dunia ku setelah ibuku meninggal saat kami berusia 7 tahun. Dira, seandainya saja kau tahu, kau lebih cantik dari apa yang kau tahu. Entah apa yang membuatmu tidak nyaman dengan dirimu sendiri, Ra. Aku akan selalu berusaha untuk meyakinkanmu bahwa kau sudah sangat sempurna dengan kesederhanaanmu, dan hal itu sudah sangat cukup untuk membuatku jatuh cinta padamu. Ya, Dira. Aku mencintaimu. Aku mencintai semua yang mereka benci pada dirimu.
All Rights Reserved
#658
reality
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Multiple Personality
  • Different Page [Complete]
  •  Istri Untuk Anak Manja (End)
  • Shadows of the Main Story
  • Rara & Reyhan (End)
  • ALZEA
  • Noah's Papa [COMPLETED]
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • BEAUTY IS EVERYTHING

Aku hanyalah seorang remaja yang tak tau kenapa memiliki kehidupan sedikit berbeda , aku merasa sangat beruntung mempunyai fisik yang yang dimana semua perempuan iri terhadapku ,, aku tidak cantik tidak pula berbodi bohayy haha padahal menurutku aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa *duh apalah aku ini wkwk,, Aku berjalan dengan wajah datarku karena memang aku sedang malas berekspresi jadi ya wajar saja jika wajahku datar ,, lagi enak" jln tiba" ,, dor dor dor Aku melihat seorang lelaki yang sedang berjalan sambil menunduk dan kalian tahu dia hampir tertembak untung saja aku langsung menolongnya ,, aku berlari secepat mungkin dan.... brukk ... aku mendorong tubuhnya ke pinggir jalan ,, lalu aku berbalik dan melihat siapa yang telah menembak tapi pada saat aku melihat disekelilingku tak ada tanda-tanda orang yang mencurigakan .. "apa kau baik-baik saja? " tanyaku "ya, terimakasih " jawabnya sambil tersenyum entahlah, ku akui dia tampan tapi ya hanya itu ... ~~~~~ skip ~~~~~

More details
WpActionLinkContent Guidelines