KISAH KASIH AE-RIN

KISAH KASIH AE-RIN

  • WpView
    LECTURAS 816
  • WpVote
    Votos 146
  • WpPart
    Partes 25
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 12, 2020
Blurb: Bertemu dengan Tae-Hyun setelah belasan tahun di acara reuni sekolah membuat perasaan Ae-Rin bersemi kembali. Ae-Rin sudah bertekad untuk memperjuangkan perasaannya kali ini. Namun, Ae-Rin harus berhadapan dengan tradisi perjodohan dalam keluarganya. Ae-Rin akan dinikahkan dengan Jae, sepupunya. Ae-Rin jelas tidak mau melakukan itu. Selain karena Tae-Hyun, dia sudah trauma dengan orangtuanya yang menikah karena dijodohkan, lantas berujung perceraian. Bagi Ae-Rin, menikah harus didasari cinta, tetapi Tae-Hyun tidak sepakat dengan prinsip itu. Ketika pandangan mereka tentang pernikahan ternyata berbeda, masihkah Ae-Rin memperjuangkan perasaannya pada Tae-Hyun? Atau, haruskah dia pasrah pada keputusan keluarga besarnya untuk menikah dengan Jae?
Todos los derechos reservados
#11
lumiere
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Don't Talk About Money
  • Divorce (jaeren)
  • JODOH UNTUK PAK DOSEN
  • A Romantic Story About Renjun || JaeRen
  • Our Marriage Tales [COMPLETED]
  • My Fighter | Soobjun
  • Pretend to be Lover's
  • Our Sunset | Yeonseok x Soobin
  • Keluarga Cemara||•Jαёгεη [Finish✓]

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido