Story cover for SCAVENGERS by iaprilLia_28
SCAVENGERS
  • WpView
    Reads 453
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 453
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Apr 30, 2020
Seorang pemulung yang terpaksa harus putus sekolah karena kendala biaya.
Ia hanya sebatang kara, memungut apapun yang bisa dijual untuk keberlangsungan hidupnya.

Hanya bisa melihat remaja sebaya dengannya memakai baju seragam sekolah dengan tatapan iri.

Hidupnya berubah ketika tak sengaja menolong gadis cantik yang ternyata dari keluarga kaya raya. Gadis dan keluarganya yang selalu membantunya dengan tulus.
Keluarga hangat yang selalu ia impikan.

Bagaimana kehidupan seorang Reinza Putra Pradipta selanjutnya?
Nama spesial dengan penuh rahasia yang tidak boleh diberi tahu kepada siapapun. Itulah pesan terakhir ibunya sebelum meninggalkannya sendirian di dalam gelapnya malam yang begitu pekat.


@PrllPrll
All Rights Reserved
Sign up to add SCAVENGERS to your library and receive updates
or
#681miskin
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
ruang cover
accidentally cover
My Bad Baby Boy (Complete) cover
ABINARA [SUDAH TERBIT] cover
My Cold Boyfriend cover
CACING PITA cover
Mahanaga Wiratama cover
Cinta Anak Broken Home cover

ruang

8 parts Ongoing Mature

SETIAP manusia berhak mendapatkan ruang untuk bisa merasakan ketenangan walau hanya sesaat. Sekadar untuk menghela nafas sebelum menerima segala kenyataan yang akan menimpa dirinya. Mencoba menerima kepahitan dalam kehidupan yang sementara. Atau mungkin sekadar untuk menarik nafas panjang sebelum akhirnnya menerima bantingan keras hingga meremukkan tulang. Semesta tidak pernah berpihak pada Arkana Gala Dakari. Baginya, semua hanya bisa menggoreskan luka yang sangat dalam tanpa memikirkan perasaannya sedikitpun. Mereka seakan-akan tak memberikannya sebuah ruang untuk bernafas bahkan untuk sesaat. Tak pernah sedetikpun ia merasakan yang namanya ketenangan. Kesehariannya hanya berisi tentang kekhawatiran bahkan ketakutan. Arkana bahkan tidak tahu bagaimana rasa kebahagiaan yang sebenarnya. Apakah kebahagiaan itu manis seperti gula atau bahkan pahit seperti kopi. Dunia terlalu kejam untuk Arkana yang sendirian. Dalam keadaan terpuruk ia hanya bisa mencoba untuk berdiri dengan rasa sakit yang bertubi-tubi menimpa dirinya. Ia bahkan berharap mendapat jawaban dari semua doa-doa yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa. Selain itu, ia juga membutuhkan ruang untuk sekadar bernafas dengan penuh ketenangan. Copyright © 2025, PapaLumoL