Si Kembar "R"

Si Kembar "R"

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Masyariqy (Riqy) dan Maghriby (Riby) adalah dua anak laki-laki kembar. ibundanya bernama Mea, yang mereka panggil Ibun. Ayahandanya bernama Ahmad, mereka memanggilnya Yanda. Mereka baru berumur 4 tahun, mereka sangat imut, tampan, bersih dan sejak kecil mereka cerdas baik secara intelektual, emosional, dan sosial. Semua itu tak luput dari didikan orang tuanya yang baik sejak dalam kandungan hingga dilahirkan ke dunia. Mereka suka sekali mendengar Sirrah Nabawi yang dibacakan Ibundanya setiap akan tidur. Kisah-kisah tentang kehidupan Nabawi sangat mempengaruhi prilaku mereka setiap hari. #ceritaanak #edukatif #Sirrahnabawi
All Rights Reserved
#330
edukasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Untuk Laut
  • Cemara?
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Dunia Itu Berputar, [End]√
  • HELLO DEAR
  • kasih sayang ibu  yang tidak dapat tergantikan
  • Kanvas Kelabu ft. ITZY ot5 (END)
  • I LOVE MIMA (Lurah Family)
  • "HY DANDI" SALAM KHAIRA
  • Mahabbah (Revisi)

Maura Elvaretta Zahira, gadis ceria berambut panjang yang selalu tampak bersinar di mata orang-orang. Di balik senyumnya, ia menyimpan luka masa kecil yang belum sembuh-kehilangan ayah yang ia cintai dan ibunya yang menikah kembali. Meski rapuh di dalam, Maura tumbuh menjadi pribadi yang ambisius dan pekerja keras. Ia ceroboh, sering gegabah, dan tak jarang memainkan rasa percaya dirinya untuk menutupi ketakutan yang tak pernah ia akui. Lalu ada Mahzan Rafiq Al Muaffaq-siswa kelas dua SMA yang dikenal pendiam, dan tenang. Putra pemilik pesantren dan seorang dokter ini tumbuh dalam nilai-nilai agama yang kuat. Ia merupakan murid kebanggaan guru. Mereka dipertemukan di SMA. Dalam riuhnya masa remaja, Maura jatuh hati lebih dulu. Ia tak menunggu waktu terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Mahzan menolak-bukan karena tak ada rasa, melainkan karena ia tahu, cinta tak cukup hanya dengan saling suka. "Aku bukan tak ingin, Maura. Tapi kita punya Tuhan yang mengatur waktu. Dan saat ini, belum waktunya kita jadi satu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines