Luz Eleonore [On Going]

Luz Eleonore [On Going]

  • WpView
    LECTURAS 536
  • WpVote
    Votos 97
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 12, 2020
Lumiere, sebut saja Lumie. Satu-satunya lelaki pilihan Zeus yang dipilih sebagai satu-satunya pula Pengendali Cahaya bagi kota dengan segala title sanjungan yang dipatrikan di tiap-tiap sudutnya. Lamina. Ya, kota yang tiap malam semarak akan berjuta-juta berkas cahaya yang menawan. Dan kau tahu? Cahaya itu tak ada duanya. Hingga suatu malam, tragedi yang tak mengenakkan turut andil pula di sela-sela atmospher teduh para penghuninya. Bagaimana tidak? Lumie, Sang Pengendali Cahaya melakukan kesalahan fatal. Gemulai tangannya yang sangat lihai mencipta jutaan berkas cahaya itu mendadak tangannya tak terkendali, dan yang terjadi pada saat tragedi itu ialah sirkus yang tengah dibawakannya dengan cahaya bergambarkan centaur menciptakan kebakaran yang luar biasa hebatnya. Dan ketika itu pula, cahaya istimewa benar-benar telah raib. Taktik Pengendalian Cahaya pun mulai saat itu juga dilarang sangat. Jangan tanyakan Lumie. Ia diusir mentah-mentah oleh para penghuni Lamina. Ironis. Akankah Lamina kembali bersendawakan cahaya? Dan Lumie kembali dijunjung atas kemahirannya mengendalikan cahaya? Sampai kapan cahaya hanya berpendar di sebatas perapian? #1 - greekmyth #2 - wood #26 - lovestrory #4 - lumiere #8 - mitologiyunani #63 - mitologi
Todos los derechos reservados
#37
lovestrory
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BUNGA KEMBALI
  • Cahaya Transmigrasi✓
  • THE FAIRY
  • Lightshadow
  • Sekar Ayu Kinanthi
  • Sky.
  • Cahaya Fajar [SELESAI] ✔️
  • THE NEW GIRL 2: ILLUSION [SELESAI]
  • Langit dan Cahayanya

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido