Who Are You

Who Are You

  • WpView
    LECTURES 314
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Chapitres 12
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juin 16, 2020
Seseorang yang sangat aku sayangi justru membuat hidupku menderita, seakan aku hidup di neraka... Namun aku tak dapat membencinya, bahkan aku tak berhak untuk membencinya. Aku butuh kamu yang tulus menyayangiku, buka kamu yang mengasihaniku. Aku butuh kamu yang mengobati luka hidup ku, bukan kamu yang memberi luka di hidup ku. Aku butuh kamu yang setia disampingku dan mempertahankan ku, bukan kamu yang akan meninggalkanmu. Aku butuh kamu, yang etah siapa itu, yang entah siapa kamu...
Tous Droits Réservés
#287
affection
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hopeless
  • You Are Mine [Terbit]
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • TITIK LUKA 2
  • Antagonis
  • Perihal Waktu
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • Memories in Moon
  • Strong Girl Michella (END)
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu