Story cover for Tattoes? No Problem Or Problem [2] by Ke_Tiakk
Tattoes? No Problem Or Problem [2]
  • WpView
    Membaca 49,510
  • WpVote
    Vote 4,235
  • WpPart
    Bab 32
  • WpView
    Membaca 49,510
  • WpVote
    Vote 4,235
  • WpPart
    Bab 32
Bersambung, Awal publikasi Apr 30, 2020
SEQUEL! DI HARAPKAN BACA YANG PERTAMA DULU, BIAR NGGA BINGUNG.

Ghania dan Azri adalah dua mahluk Tuhan yang ditakdirkan untuk saling bersama, maka dari itu, apapun yang terjadi, entah masalah apapun, keduanya berusaha menyelesaikannya bersama-sama. Sekalipun berada pada titik paling buruknya, menyerah untuk melepas, atau, bertahan untuk terluka.

-Plagiat jangan membaca, apalagi berniat menjiplak. Vote dan komentarnya, diutamakan.-

 
•Maaf apa bila ada kesamaan, alur, nama tokoh, pelataran dan lain-lainnya. Tentu hal itu bukan unsur kesengajaan•
 
Cover By: Cristina

Ke_Tiakk ©2020
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Tattoes? No Problem Or Problem [2] ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#239mine
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
My Eyes On You oleh SYLetter14
18 bab Bersambung
⚠️Warning Detected⚠️ -Mengandung unsur kekerasan -Tekanan psikologis -Mental Health -Self harm -Toxic Relationship -Adegan berdarah #Tidak untuk usia 17 tahun ke bawah.# (CERITA INI BANYAK DILEBIH LEBIHKAN.) Vote ya kawand Blurb: Arazian Santles merasa berhak memonopoli hidup Tania. Alasannya sederhana, karena gadis itu adalah tunangannya. Laki laki itu terobsesi dengan kesempurnaan. Setelah bertunangan, mungkin obsesinya bertambah, yaitu Tania. Aturan yang harus diperhatikan sedetail mungkin: Tania harus sempurna, tidak cacat walau seujung kuku pun dan mematuhi semua yang ia perintahkan. Dari semua sikap otoriter Araz, Tania tercekat. hidupnya bak dibangun tembok tinggi yang sukar dihancurkan. Saat ingin lepas dari ikatan tak kasat mata, Araz selalu membawa seribu tekanan yang berhasil membuat Tania tunduk kembali. Rumor Araz sosok menyeramkan dan aneh, kini disadari setelah hidup berdampingan. Tania frustrasi, tapi juga tidak bisa. __________________________________________________ "Araz, ya? Dia laki laki keren yang menakutkan. Meski begitu, satupun perempuan tidak ada yang menyukainya. Araz ... aneh." -Anonim siswa Cakrawala- "Oh, Araz si mata merah? Dia monster menjijikan yang pernah membunuh anjing kesayanganku. waktu itu kita memang masih kecil, tapi sampai sekarang aku membencinya."-Anonim siswa Cakrawala- "Bagaimana bisa kulitnya sangat putih pucat dengan bola mata merah menyala? Dia memang tampan, tapi ketampanannya menakutkan."-Anonim siswa Cakrawala- Pada hakikatnya, Semesta saja merestui hubunga Tania dan Arazian. __________________^__^ FOLLOW + VOTE + KOMEN.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Possessive and Psycho Boyfriend [REPOST] cover
𝐋𝐈𝐁𝐑𝐀 [End] cover
REINKARNASI (END) cover
ALGARA [END] cover
Eir AN:GE° cover
THE BLACK DEVIL [END] ✓ cover
Tattoes? No problem Or Problem? cover
My Eyes On You cover
STALKER - Beside Me [REVISI] ✔ cover
Arka, Arsha, dan Arshaka [END] cover

Possessive and Psycho Boyfriend [REPOST]

62 bab Lengkap

Follow sebelum membaca "Keluarlah, Sayang! Percuma kau bersembunyi, aku akan menemukanmu!" Febri menendang meja tempat persembunyian Vani dengan kuat hingga membuat meja itu jatuh memporak porandakan hati Vani yang bergemuruh. "Ketemu juga." Vani menjerit kesakitan kala Febri mencengkram bahunya dengan kuat. Rasanya bahu itu hampir copot. Ia memberontak tapi tak mampu membuat cengkraman Febri mengendur. "Mau kabur ke mana lagi? Kamu nggak bakal bisa kabur, because you're mine, Baby ...." Air mata Vani tumpah, ingin menjerit meminta bantuan tapi mulutnya terasa terkunci begitu rapat melihat tatapan mematikan dari Febri. "Sakit, Feb. Lepasin! Ini sakit ...." Gadis itu merintih dengan tangis kian menderas. "Oh, ternyata cengkramanku ini menyakiti gadisku yang bandel. Baiklah karena aku menyayangimu aku akan melepasnya, tapi pilih dulu hadiahmu, Sayang! Pisau atau silet?" Rasanya Vani ingin mati saja. Pilihan yang laki-laki itu berikan tidak ada baiknya. Keduanya sama-sama begitu menyakitkan. Vani tak tahu harus memilih yang mana. "Feb ... aku mohon, aku minta maaf." "Aku terima maafmu, tapi jawab dulu. Kamu mau hadiah menggunakan pisau atau silet?" Published 3 September 2020 - 14 April 2021 Part masih lengkap