Tattoes? No Problem Or Problem [2]

Tattoes? No Problem Or Problem [2]

  • WpView
    Reads 49,648
  • WpVote
    Votes 4,236
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 20, 2020
SEQUEL! DI HARAPKAN BACA YANG PERTAMA DULU, BIAR NGGA BINGUNG. Ghania dan Azri adalah dua mahluk Tuhan yang ditakdirkan untuk saling bersama, maka dari itu, apapun yang terjadi, entah masalah apapun, keduanya berusaha menyelesaikannya bersama-sama. Sekalipun berada pada titik paling buruknya, menyerah untuk melepas, atau, bertahan untuk terluka. -Plagiat jangan membaca, apalagi berniat menjiplak. Vote dan komentarnya, diutamakan.- •Maaf apa bila ada kesamaan, alur, nama tokoh, pelataran dan lain-lainnya. Tentu hal itu bukan unsur kesengajaan• Cover By: Cristina Ke_Tiakk ©2020
All Rights Reserved
#128
kill
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possessive and Psycho Boyfriend [REPOST]
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • 𝐋𝐈𝐁𝐑𝐀 [End]
  • ALGARA [OPEN PO 16 MEI-31 MEI 2026]
  • ZAFANO [ END ]
  • Psychopath vs Indigo (TERBIT)✔
  • Arka, Arsha, dan Arshaka [END]
  • STALKER - Beside Me [REVISI] ✔
  • My Eyes On You

Follow sebelum membaca "Keluarlah, Sayang! Percuma kau bersembunyi, aku akan menemukanmu!" Febri menendang meja tempat persembunyian Vani dengan kuat hingga membuat meja itu jatuh memporak porandakan hati Vani yang bergemuruh. "Ketemu juga." Vani menjerit kesakitan kala Febri mencengkram bahunya dengan kuat. Rasanya bahu itu hampir copot. Ia memberontak tapi tak mampu membuat cengkraman Febri mengendur. "Mau kabur ke mana lagi? Kamu nggak bakal bisa kabur, because you're mine, Baby ...." Air mata Vani tumpah, ingin menjerit meminta bantuan tapi mulutnya terasa terkunci begitu rapat melihat tatapan mematikan dari Febri. "Sakit, Feb. Lepasin! Ini sakit ...." Gadis itu merintih dengan tangis kian menderas. "Oh, ternyata cengkramanku ini menyakiti gadisku yang bandel. Baiklah karena aku menyayangimu aku akan melepasnya, tapi pilih dulu hadiahmu, Sayang! Pisau atau silet?" Rasanya Vani ingin mati saja. Pilihan yang laki-laki itu berikan tidak ada baiknya. Keduanya sama-sama begitu menyakitkan. Vani tak tahu harus memilih yang mana. "Feb ... aku mohon, aku minta maaf." "Aku terima maafmu, tapi jawab dulu. Kamu mau hadiah menggunakan pisau atau silet?" Published 3 September 2020 - 14 April 2021 Part masih lengkap

More details
WpActionLinkContent Guidelines