Story cover for MARSYA(On Going) by anasahla
MARSYA(On Going)
  • WpView
    LECTURAS 239
  • WpVote
    Votos 63
  • WpPart
    Partes 17
  • WpView
    LECTURAS 239
  • WpVote
    Votos 63
  • WpPart
    Partes 17
Continúa, Has publicado abr 30, 2020
Dan Faktanya Yang Jelek Selalu Salah.
Yang Cantik Selalu Benar.

Mereka Berkuasa atas derajat yang begitu tinggi dan menindas yang rendah.

Mereka lupa di atas langit ada langit dan dibawah tanah masih ada tanah.

Dimata Tuhan Derajat manusia sama namun di Dunia derajat manusia dipandang melalui kasta.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir MARSYA(On Going) a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#24marsya
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Caramel cover
Psikopat Digital? [End] cover
NOSA(deak) cover
I LOVE YOU✔ cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
She's Alexsya [On Going] cover
Farellio's [SELESAI] cover
ALEXON [END] cover
Horibble Woman (END) cover
Unexpected Cold Heart cover

Caramel

67 partes Concluida

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?