Arina
  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2020
"Pada akhirnya cinta akan tumbuh seiring kebersamaan waktu diantara kita Arina, aku sabar menantikan kamu untuk cinta walau harus seribu tahun lamanya" Arsyad "Saat hatiku patah, aku memutuskan untuk menyerah pada apa-apa yang membuat jiwaku berdarah-darah. dan sewaktu aku melewati baris masa yang sudah tua, Berjalan sendirian dalam gugus waktu yang hampir usang, kemudian mendadak Kamu datang, duduk mampir mengobati luka. Entah sejak kapan, aku mulai menyukaimu. Tapi, Satu hal yang aku yakini bahwa setelah melihat ketulusanmu bang, aku mulai berani memutuskan untuk jatuh cinta lagi. Sudah cukup cintai saja, tidak perlu banyak bertanya" Arina
All Rights Reserved
#674
ketulusan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • • EUTANASIA •
  • GEMINTANG HATIKU
  • 31 Months for You (Revisi)
  • My first love Kim Taehyung [Tahap Revisi]
  • Tentang Rasa
  • mama tiri [end]
  • zeandra dan Marsha...

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines