Story cover for D'amor by whydianintias
D'amor
  • WpView
    Leituras 2,585
  • WpVote
    Votos 126
  • WpPart
    Capítulos 7
  • WpView
    Leituras 2,585
  • WpVote
    Votos 126
  • WpPart
    Capítulos 7
Em andamento, Primeira publicação em abr 30, 2020
"Apa yang terjadi?" Tanya Anna

"Kamu gak ingat?" Anna menggeleng pelan sambil memegang selimutnya erat.

"Kamu gak ingat? Astaga" El bangkit dari ranjang

"Emm semalam, apa kita..?" Tanya Anna malu malu

"Kita apa?"

"Emm itu, emm diantara hal hal yang gak kuingat.. emm kitaa.. maksudku.." Ucap Anna sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Kaka tau maksudku" ucap Anna dengan menatap El tajam

"Hmm, yah kamu tau kan. Aku bukan.."

"Orang suci" lanjut El lalu pergi meninggalkan Anna yang menatap El dengan mulut menganga lebar
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar D'amor à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#10namjihyun
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Blonde & The Cold Heart [END], de ZyraJeon_
37 capítulos Concluída
[Sudah Revisi] ___ Zaranne Hamilton tidak pernah menyangka bahwa kepulangannya ke Jakarta hanyalah sebuah transaksi bisnis yang rapi. Sebagai gadis berambut pirang yang terus-menerus di-bleaching demi mempertahankan jati dirinya, Zee menganggap kehidupan di Universitas St. Valerius hanyalah tantangan membosankan. Dengan sikap angkuh dan koper elektrik hijaunya, ia siap menaklukkan siapa saja, termasuk Junael Maxwell. Zee menganggap Juna hanyalah Robot Manja yang perlu ia beri sedikit pelajaran. Namun, Zee tidak sadar bahwa sejak kakinya menginjak Jakarta, ia sudah kehilangan kebebasannya. Ayahnya sendiri telah menyerahkan Zee sebagai jaminan atas kerugian data besar yang ia timbulkan kepada seseorang. Junael Maxwell mungkin tampak seperti satu-satunya orang yang bisa ia ajak bicara di tengah kekacauan itu, namun benarkah Juna membantunya karena cinta? Atau jangan-jangan Juna hanyalah bagian dari skenario besar untuk mengurung Zee dalam jaring yang lebih gelap? Di antara perdebatan sengit, bau kimia dari rambut pirangnya, dan perasaan yang perlahan mulai tumbuh, Zee harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang-orang yang ia percayai justru adalah mereka yang paling ingin menghancurkannya. Mampukah Zee menemukan tempat pulang yang nyata di tengah pengkhianatan yang tak termaafkan? --- ⚠️WARNING Don't copy my story, please! Nulis cerita itu pakai waktu, tenaga, dan otak. Kalau anda cuma bisa copy paste, itu bukan kreativitas, itu cuma malas yang dibungkus berani. Hargai karya orang. Jangan ambil yang bukan milikmu.
From Bestfriends to Boyfriends [ZHONG CHENLE], de theonlystep
16 capítulos Concluída
" Jadi kamu benar - benar gak sadar kenapa aku merlakuin kamu dengan sangat baik dan selalu menjagamu ? " - Zhong Chenle. " Yah karna aku adalah adik dari teman baikmu, jadi wajar aja kamu memperlakukan aku dengan baik. Kita berdua tak lebih dari kakak dan adik, bukan ? " - Huang Meiyin. Rintik - rintik hujan mulai membasahi badan Chenle dan Meiyin, namun mereka berdua nampak tak memikirkan hal itu. " Udahlah, aku pergi. Kamu juga pulang sana, nanti sakit " - Huang Meiyin. Meiyin membalikkan badannya meninggalkan Chenle sendiri ditengah deras hujan. Namun tak lama kemudian Chenle berjalan mendekati Meiyin dan langsung menarik tangannya untuk masuk dalam pelukannya. " Chen-- " " Aku menyukaimu ! Awalnya aku gak sadar dengan perasaanku padamu, tapi saat ngeliat kamu terus bersama Jisung.. entah kenapa aku tiba - tiba merasa cemburu ! Dan sampai sekarang aku gak bisa bohong lagi sama perasaan aku sendiri, yang nyatanya aku mencintaimu " - Zhong Chenle. " Lepasin aku-- " " Apa karna penyakitku itu ? " - Zhong Chenle. Chenle perlahan melepas pelukannya, ia hanya bisa menatap Meiyin dengan mata sayunya. Chenle sempat tertawa pelan karena tidak bisa mempercayai apa yang ternyata sekarang. Sedangkan Meiyin hanya diam, dan respon itu pun membuat Chenle akhirnya memutuskan untuk pergi. Tanpa disadari ternyata terselip airmata Meiyin ditengah tetesan air hujan diwajahnya, sempat terdiam lama ditempat sambil menatap Chenle. Akhirnya Meiyin memberanikan diri untuk berlari balik dan memeluk Chenle dari belakang. " Bukan gara - gara penyakitmu ! Aku gak pernah mempermasalahin kondisi kamu, bahkan aku ingin sekali menemanimu sampai sembuh ! Cuma yang aku takuti ! " - Huang Meiyin. Chenle terkejut mendengar tangisan Meiyin... " Mei-- " " Aku takut kalau karirmu akan hancur, Chen ! Aku harus pura - pura tidak tau perasaanmu padaku dan juga aku harus membuang perasaanku padamu. Karna jika tidak, aku akan menjadi awal hancurnya karirmu.. Chen " - Huang Meiyin.
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
If I Could Why Not?/END [YoonTaeKook/All BTS] cover
Crystal Snow ✔  cover
SUAMI NOLEP cover
C I N (T) A (COMPLETE) cover
Blonde & The Cold Heart [END] cover
Baby L Lucian ✔ cover
Si Gadis Manis Tak Polos cover
HEART ATTACK (park jimin)✔ cover
Korban Broken Home cover
From Bestfriends to Boyfriends [ZHONG CHENLE] cover

If I Could Why Not?/END [YoonTaeKook/All BTS]

49 capítulos Concluída

"Tapi kenapa? Kupikir kita sahabat?," "Kenapa ya? Karena kalian. Kalian penyebab semuanya terjadi, ..." *** "Ini pasti salah, dia gak akan mungkin ngelakuin semua itu. Dia sahabat gue, dia gak mungkin berkhianat." *** "Iya lo benar, gue anak mereka. Gue darah daging mereka, tapi kesalahannya dimana? Lo udah jadi sahabat gue bukan kemarin. Lo gak bisa apa bedain mana yang tulus atau cuma pura pura. Gue juga korban disini, asal lo tahu gue juga gak tahu apa apa sama kayak lo." *** Mendekatlah, ini kisahnya. Kisah yang akan ku ceritakan. Ini berawal dari keluarga Alexander yang bahagia, tapi itu semua hilang dalam satu malam. Saat Angkasa membuka mata, tuan dan nyonya Alexander sudah menghilang. Sepertinya semesta sudah memilih, sejak malam itu semua berubah. Penghianatan? Sikap dingin? Akankah semua kembali normal? Ini kisah Angkasa, bersama dua pelitanya. Galaksi dan Samudra, dimana Angkasa mencoba melindungi apa yang tersisa dan mencari apa yang hilang dalam suatu kesalahpahaman yang dulu. Terbalut kisah antara ikatan yang sebenarnya tidak ada namun terus dipertahankan, bahkan sampai bertaruh nyawa. Semua akan dilakukan untuknya, If I Could Why Not?. • • • Peniru harap menjauh, karena pemikiranmu jauh lebih baik. Percayakan ☺