Kamu Milikku!

Kamu Milikku!

  • WpView
    Reads 972
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2020
"Hei murid baru! Mulai saat ini, kamu jadi milikku! Dengar tidak?" Aku menghela napas panjang. Aneh sekali lelaki ini. Apa jangan-jangan ia kesurupan? Dan lagi, apa seperti ini etika mengatakan cinta? Lihatlah juga tatapannya, sinis seperti biasa. Tanganku bergerak cepat ke arah dahinya. Tidak panas. Andika menatapku tajam. Ia menyentak napas kuat, menatapku tak sabar. "Kamu akan mendapatkan banyak keuntungan saat menjadi pacarku. Kamu juga akan mendapatkan apa pun yang kamu mau! Tinggal bilang saja padaku." Aku tersenyum sinis. Cowok populer seperti Andika, yang selalu mendapat tatapan simpati dari para mahasiswi mengutarakan cinta padaku, seandainya itu hanya dalam mimpi pun, aku tetap tidak sudi.
All Rights Reserved
#208
vote
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lo, Tunangan Gue !!! [Sudah Terbit]
  • Bad Boy Vs Cool Girl [END]
  • My Enemy Ayna
  • Is LOVE
  • Dangerous Couple [End]
  • Bad boy is a good boy for me [END]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • PLANET🌙
  • ANGGARA & ARUNIKA
  • PUSPAJALA (Hiatus)

[Tersedia di toko buku terdekat. Beberapa part sudah dihapus] Fani membenci Reihan Nathaniel setengah mati. Cowok playboy yang selalu menjadi most wanted di kampusnya. Bagaimana bisa Tuhan menciptakan cowok seperti Rei yang tidak bisa menghargai cewek? Bukan. Bukan karena cowok itu berlaku kasar atau apapun. Tapi karena cowok itu terlalu lembut dan membuat hampir semua cewek di kampusnya bertekuk lutut pada pesona -yang menurut Fani justru sangat menyebalkan. Kenapa juga orangtuanya memintanya untuk bertunangan dengan cowok itu? Dan yang lebih menjengkelkannya lagi, kenapa Rei harus menerima pertunangan mereka? Karena sebuah alasan, Rei harus menyetujui permintaan orangtuanya untuk bertunangan dengan Tiffany Adelia. Cewek yang ternyata adik tingkatnya di kampus dan cewek yang ternyata membencinya setengah mati. Tapi Rei berusaha untuk bersikap tenang demi rencananya. Karena ternyata, cewek itu juga pernah terlibat secara tidak langsung dengan masa lalunya. "Sampe tujuan gue berhasil aja, Fan. Setelah itu, gue pasti lepasin lo." Tapi belum juga berhasil, hatinya justru berontak dan membuat rencananya hampir gagal. Atau mungkin sudah gagal? Karena tanpa sadar, dia selalu ingin orang lain tahu tentang statusnya dengan Fani. Bukan lagi untuk keberhasilan rencananya, tapi untuk hatinya agar cewek itu tetap tinggal di sisinya. Fani menatap Rei tajam. "Lo nggak punya hak buat ngatur-ngatur gue." "Gue tunangan lo, kalo lo lupa." "Kita cuma pura-pura, kalo lo lupa." "KALO GUE BILANG JANGAN JALAN SAMA DIA, YA BERARTI JANGAN JALAN SAMA DIA!! JANGAN BIKIN GUE TAMBAH MARAH, FAN!!" bentak Rei sambil menonjok dinding.

More details
WpActionLinkContent Guidelines