Rekata
  • WpView
    Reads 531
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 25, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
The Marvel bagaikan Rekata untuk Refa. Lima sekawan; Evan dengan popularitas dan kemisteriusannya. Setiap hari mengalami drama para gadis yang ingin pulang bersama. Artis lapangan walau bukan kapten basket, dan sisi lain Evan yang hanya diketahui the Marvel's boy. Farhan, Si jenius dan ramah. Teman sebangku sekaligus rival peringkat bagi Refa, selalu santai dan tidak ambil pusing kelakuan absurd Refa. Dewa, teman, Abang sekaligus ahli stylist rambut Refa. Adit dan Johan, seperti Upin Ipin yang kompak. Kala bersinar Formasi indah berbentuk rekata remang merekatkan harap biarlah menyatu dalam satu deru nafas cerita. Kemudian bagaimana jika datang situasi mengubah formasi?
All Rights Reserved
#73
olimpiade
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • Crazy Classmates |END✔|
  • Twin sister love story
  • Kandang Setan: Reborn
  • IPA & IPS
  • Cinta anak IPA dan IPS
  • Penguasa Jurusan [END]
  • Mokondo's Karma

Ephemeral berlaku bagi semesta ciptaan Tuhan. Begitu juga bagi gadis berjiwa indah itu. Dia hanyalah hujan di tengah musim kemarau yang datangnya didamba. Namun, hadirnya kerap dianggap tak ada. Nathalie Abigail Putri Gavriel. "Jen, gue pengen jadi bintang paling terang di atas sana," ucap Natha. "Bintang di atas sana udah banyak, Nath. Lo gak perlu repot-repot buat menjelma jadi bintang disana, karena Lo udah jadi bintang paling terang - ..." ucap Jeno menarik perhatian Natha sehingga gadis itu menoleh ke arahnya. "Di hati gue." "Natha ... gue sayang Lo, Nath. Natha-Nya Jeno. Jeno memang bukan pacar nya Natha, tapi Jeno temen hidupnya Natha." Gadis dengan Sejuta Luka dan Nestapa. Membangun rumah untuk sekelilingnya, meskipun dirinya tak memiliki rumah tempat berkeluh kesah. Dia adalah pemilik kisah Amerta, sedang hadirnya sendiri Lengkara. "Dek!" "Hmmm?" "Gue baru baca artikel. Katanya ada siswi SMA yang sinting karena kebanyakan belajar," tutur Rafa dengan nada dibuat menyeramkan. Natha berdecih mendengar berita omong kosong itu. "Ngarang aja lo, Bang!" "Dih, gak percaya! Beneran lho?" Rafa menekankan nada bicaranya meyakinkan Sang adik. "Y. serah," pasrah Natha menimpali ucapan nyeleneh Rafa. "Jangan gila belajar, Nath ..." tegur Rafa merasa tidak tega melihat Natha belajar dengan giat. Namun, tak pernah diapresiasi. "Kalo gak belajar gue bego. Kalo bego- ... Mama Papa gak perhatian lagi sama gue," sahut si bungsu pula. "Emang kalo Lo pinter Mama Papa perhatian sama Lo?" cetus Rafa dengan spontan. Natha tersenyum miris lantas menutup buku catatan tersebut. "Nggak juga sih, mereka cuma perhatian kalo gue sakit. Apa gue sakit sakitan aja ya, Bang?" Gadis itu kemudian menoleh pada Abangnya dengan senyuman pilu. "Tuh kan! Beneran sinting kan jadinya? Gara-gara kebanyakan belajar nih pasti." Kisah ini milik Nathalie dan Nayanika. Dua sosok dalam satu raga. Satu jiwa dan satu rasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines