
Di balik tembok tinggi kediaman politikus ulung, seorang gadis kecil merawat taman bunganya sebagai pengganti pelukan ibu yang tak pernah ia kenal-berusaha mekar di antara etiket kaku dan kasih sayang yang terbagi dengan negara. Mahika tumbuh besar dengan aroma tanah basah dan kelopak mawar. Baginya, bunga bukan sekadar tumbuhan, mereka adalah bahasa cinta yang tidak sempat diajarkan ibunya. Sejak kepergian sang ibu yang misterius, Mahika dibesarkan di rumah megah kakek dan neneknya, pasangan politikus berpengaruh yang jadwalnya diatur oleh ajudan dan rapat pleno. Meskipun hidup dalam kemewahan dan kasih sayang yang tulus, ada lubang besar dalam hati Mahika. Ia mendapatkan cinta, namun cinta itu sering kali terasa "protokoler." Kakek dan neneknya sangat menyayanginya, tetapi perhatian mereka kerap teralihkan oleh berita utama di televisi atau kampanye yang mendesak. Tanpa sosok ibu untuk membimbingnya melewati masa pubertas dan keraguan diri, Mahika terpaksa mencari arah sendiri. Ia belajar menjadi wanita melalui pengamatan, trial-and-error, dan metafora dari kebun bunganya. Masalah memuncak saat karier politik kakeknya menuntut Mahika untuk tampil sebagai "wajah keluarga ideal," memaksanya keluar dari dunianya yang tenang menuju sorot lampu yang dingin.All Rights Reserved
1 part