We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Broken
  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 8, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang gadis yang harus merasakan kesepian dalam hidupnya, di benci oleh keluarganya sendiri dari kecil sampai ketika usianya beranjak dewasa seperti saat ini. Amara Rantika Putri. Akankan Amara bisa merasakan bahagia setelah semua kata 'bahagia' hilang dari hidupnya?atau akan tetap berada dalam kesepian yang selama ini membuatnya tersiksa. "Lo menarik, gue suka. Sekarang lo boleh dingin sama gue, gue pastiin nanti lo akan jadi milik gue, mymine" Amara selalu bersikap dingin terhadap siapapun, termasuk kepada orang tuanya sendiri yang bahkan tidak mengakui Amara sebagai anaknya hanya karna sesuatu yang pernah terjadi pada mereka. • • • • • Kepo dengan cerita sehari hari Amara?skuyyyy gas-in bacaaaaaa:*
All Rights Reserved
#244
kesepian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Constellations From The Room
  • IMPERFECT
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • RadenRatih
  • Pelukan Untuk Aira
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • SOLITUDES
  • SAGARARUNA (TERBIT)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines