BROKEN

BROKEN

  • WpView
    Reads 1,433
  • WpVote
    Stimmen 452
  • WpPart
    Teile 18
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Juli 7, 2020
WpInfo
Belletristik
Romantik
Anisa adalah gadis manis yang ceria, Anisa selalu tersenyum dimanapun dan kapanpun. Tapi itu hanya diluar, tidak ad yang tau bagaimana sifat asli dari dirinya. Dia juga bingung siapa dia yang sebenarnya??? keceriaan? kegembiraan? semua hanyalah topeng untuk menutupi diri yang sebenarnya. Hidupnya bagaikan diruang gelap dan tak ada cahaya sekecil apapun, hanya ada kekosongan dan kehampaan. Bagaimanakah kisah Anisa, bagaimana reaksi teman-temannya bahwa keceriaan Anisa hanyalah topeng. Dan ada sebuah rahasia yang seseorang belum pernah tau. Rahasia mengerikan apa yang dsimpan rapat oleh Anisa?? penasaran????? Ayo bacaaa.... jangan lupa tinggalkan jejaknya yah...
Alle Rechte vorbehalten
#92
topeng
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • KARAFERNELIA
  • Behind The Smile
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • GIFA
  • I'm Fine (END)
  • Living Conditions BROKEN HOME
  • Bola Kaca
  • LOVE STORY (END)✓

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien