Edgar Autumn

Edgar Autumn

  • WpView
    Reads 4,702
  • WpVote
    Votes 1,430
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 22, 2021
Kutunggu diparkiran belakang! Kulirik pesan yang masuk dalam notifikasi ponselku dengan jengah. Lantas kuayunkan kakiku untuk menemuinya dengan santai. Sesampainya disana aku melihat motor yang sudah terparkir tepat disamping motorku dengan seorang lelaki yang begitu tersenyum bodoh setelah aku datang. "Naik sendiri!" kataku sambil berjalan menaiki motor milikku. Sekilas kulihat raut wajahnya yang berubah kecewa dengan perkataanku yang sedikit judes mungkin entahlah bodoamat. Baru beberapa meter aku menjalankan motor matic milikku kudengar teriakan memekikan telinga. "Gue bilangin pacar lo, Mampus lo!" yang ternyata teman sekelasku sekaligus teman dekatnya setelah kulirik dari spion. 1 Mei 2020 Tertanda Adrea Khaleesi
All Rights Reserved
#687
truestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NIDA ( END )
  • ℙ𝕖𝕣𝕛𝕠𝕕𝕠𝕙𝕒𝕟 𝕎𝕚𝕥𝕙 𝔼𝕟𝕖𝕞𝕪 (End)✔
  • Untitled:Iridescent | SEKUEL | COMPLETE |
  • GALEN (SELESAI)
  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • Evando&Seraphine [END]
  • Alice
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Markxelio

"Berhenti main main! Gue pengen serius." Tukas Aldi dengan wajah seriusnya, tanpa ada sedikit unsur candaan. Ia nampak sedikit gusar sebab wanita dihadapannya ini tak pernah menganggap ucapannya serius. Nida sedikit ketakutan saat laki laki didepannya itu menaikkan nada bicaranya. Ia juga terkejut,laki laki yang satu ini selalu menjadikan apapun seperti lelucon dan candaan, namun kini dia terlihat begitu serius membuat Nida tak mampu menjawab dan hanya bisa membisu. Sial! Kenapa jantungnya berdegup keras. Ya ampun Nida merasakan pipinya memanas. "Lo harus jawab, nona muda." Aldi mendekatkan tubuhnya pada gadis dihadapannya hingga jarak mereka semakin tipis. Aldi merendahkan pandangannya, sebab tinggi mereka tidak setara. Dan di sini jelas Nida lah yang tidak terlalu tinggi. Nida mengangkat kepala dan pandangannya. Aish! Jantungnya sangat berdegup kencang. "Runtuhin tameng hati gue. Buat gue percaya akan hal itu." Ujar Nida dengan bersikeras menahan degupan di dada nya. Seulas senyuman terukir di wajah indah Aldi, dia kemudian mengambil jarak kembali menjauhkan tubuhnya,sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya itu tidak nyaman. "Setelah gue berhasil, gue gak bakal lepasin lo. Gue yang akan jadi pemenang. Hm?" Terdengar jelas seperti tantangan Aldi berucap. Membuat Nida semakin kalut. Ahhg! Aldi selalu saja berhasil membuat desiran aneh dalam tubuh Nida. Demi apapun Nida ingin menendang Aldi jauh jauh saat jantungnya berdegup keras. Bisa semakin malu ia jika Aldi mendengar degupan jantungnya. Tanpa Nida sadari, ia lah yang terjebak oleh ucapannya itu. Antara hati dan logika. note : ( Beberapa adegan terinspirasi dari cerita orang sekitar. ) ( Dipublikasikan pada : 6 Juli 2020 ) ( End ) ( Dilarang copas, atau plagiat cerita ini! Mikir sendiri jangan seenaknya, lu kira nyari ide cerita segampang nyari upil? ) Rank 1 #Nida ( 8 Juli 2023 ) Rank 1 #pdkt ( 21 Juli 2023 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines